Sebab Rindu Ada

Sebab Rindu Ada
Ilustrasi

MUDANEWS.COM – Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya sebuah kerinduan. Baik itu rindu pada yang terlihat maupun yang tak terlihat. Baik itu rindu pada manusia maupun rindu pada makhluk selain manusia. Jelaslah bahwa, rindu itu ada. Ada tak terlihat, tapi ada dalam sebuah sensasi perasaan dan pikiran.

Nah, jika rindu itu ada, pertanyaannya adalah apa sebab eksistensi rindu ada dalam diri kita, bahkan kadang, seekor hewan dapat merindukan sesuatu?

Sebelum kita menguraikan sebab rindu itu eksis dalam diri kita, alangkah lebih baiknya kita bicarakan dulu sebenarnya rindu itu apa, sih?

Rindu
Disini, menurut saya tak perlu kita telisik lagi secara kata dari mana asal muasal kata tersebut, dan bagaimana dalam bahasa lain. Baiknya kita langsung saja pada rindu itu sendiri.

Jika kita tanyakan pada seseorang, apakah dia pernah merindukan seseorang, maka ia akan menjawab, pasti pernah. Jika kita tanyakan lagi, apa itu rindu, mungkin keningnya mulai berkerut, imajinasinya mulai hidup, dan mengingat seseorang yang dirindukannya. Saya berharap para pembaca juga sejenak merindukan seseorang yang menurut pembaca layak untuk dirindukan. Atau sebuah tempat dan juga sebuah benda yang selalu pembaca rindukan, bukan yang diinginkan. Ingat, bukan yang diinginkan. Karena, yang dirindukan dengan yang diinginkan itu dua hal yang berbeda.

Baiklah, mari kita lanjutkan. Rindu adalah sebuah reaksi hati dan pikiran yang ingin kembali dan ingin bertemu. Ingin kembali maksudnya adalah ada waktu lalu tapi eksis kembali, ingin bertemu karena ada kejadian yang ingin diulangi. Dan kita pasti tahu, semuanya tak akan terjadi lagi. Walaupun bertemu, waktu yang lalu tak akan benar-benar eksis kembali, dan kejadian buang sama persis tak akan bisa diulangi. Hasilnya, akan muncul sebuah kenangan baru yang menambah kenangan lama. Ia tidak mengurangi, tapi malah menambahi.

Singkatnya, rasa rindu adalah paduan ingin kembali dan ingin bertemu. Keduanya dibungkus dalam sebuah kenangan. Adanya paduan ruang dan waktu yang eksis kembali sehingga ingin bertemu. Rindu akan mengakibatkan ingin bertemu. Dan kita tentunya mengetahui tidak semuanya bisa bertemu lagi. Dan kadang kita rindu pada kenangannya, bukan hanya pada subjek rindu itu. Jadi rindu itu jelas ada.

Sebab Rindu
Jadi apa sebab rindu itu ada? Jawaban dalam tulisan ini tidak kalah subjektifnya dengan jawaban di atas. Maksud saya subjektif, karena perasaan rindu adalah sifatnya subjektif. Dan rindu terdefinisikan sebab kita sedang rindu,dan pernah mengalaminya.

Sebab rindu itu ada karena adanya sebuah kenangan yang eksis dalam hati dan pikiran kita. Bisa terjadi karena terlintas dalam hati dan pikiran kita, bisa pula karena sebab diingatkan orang. Atau bisa juga karena sebuah tempat yang membuat hati dan pikiran “melompat” ke belakang.

Hal ini satu rentetan dengan sebuah pertemuan yang di dalamnya ada waktu, ruang atau jarak yang menghasilkan kenangan positif. Jika kenangannya negatif, pastinya kita tak akan pernah merindukannya terjadi, walaupun ingatan kita sulit melupakannya. Artinya, rindu juga disebabkan faktor internal diri kita sendiri, dan pengaruhnya adalah positif. Maksud pengaruh positif ini adalah begini; tak ada rindu yang tak membahagiakan.

Jadi, dalam sebuah pertemuan akan menghasilkan sebuah kenangan, dan kenangan ini akan eksis saat perpisahan terjadi. Baik itu perpisahan sementara maupun perpisahan abadi. Inilah sebab rindu itu ada.

Sedikit catatan, kita perlu memanajemen rindu. Jika tak bisa termanajemen, rindu dapat mempengaruhi pada halal yang membuat kita berpikir atau berprilaku buruk. Soal manajemen rindu, lain kali kita bicarakan.

Selamat merindu. Salam rindu untukmu di sana. Salam rindu untukmu yang tak ada lagi. Salam rindu buatmu yang memberikan kenangan indah. Salam rindu buat keluarga dan sahabat. Salam rindu buat yang tak terlihat. []

Penulis: Ibnu Arsib (Penggiat literasi dan pengamat keadaan yang berdomisili di Kota Medan).