Bersabda dengan Cinta, Berdoa dengan Rasa

Bersabda dengan Cinta, Berdoa dengan Rasa
Cinta

MUDANEWS.COM – Pujaan hatiku. Masih ingatkah engkau tentangku. Aku berharap kedatanganmu. Datanglah walau hanya sekejap. Aku ingin melihat wajahmu yang cantik bagi ratu dari roma. Janganlah biarkan diriku ini menanggung rasa rindu yang dalam.  Aku sudah lama dihimpit duka dan ditenggelamkan rasa pedih dan sekarang masih sanggupkah menambah rasa lukaku.

Pujaan hatiku. Meskipun orang-orang berkata!! Engkau yang bukan terbaik bagiku. Tapi hatiku yang tulus berbisik mesra padaku. Engkaulah pujaan hatiku selamanya. Aku tidak peduli dengan suara-suara bernuansa luka yang membuatku tak lagi  mencintaimu.

Bagi pencinta sejati pasti merasakan apa yang dirasakan ia cintai.  Mengenal suara syahdumu, mengenal tangisanmu, bahkan mengenal marahmu. Setiap hambatan yang akan menghalangi engkau dari aku. Selalu kuhadapi dengan sabar dan tanpa putus harap.

Kau beri harapan, lalu di penghujung jalan. Begitu cepat engkau lepaskan tanpa alasan yang tak pasti. Setelah itu Kau cari alasan untuk kita berpisah. dan lebih mendengarkan omongan orang daripada kata hatimu.

Setelah aku berkata? kau katakan kita tidak bisa bersatu, tidak cinta padaku. Sudah ku anggap abang kandungku. Segitukah cintamu. Aku mengenalmu seorang pecinta yang tulus. Saat ini kau racuni dengan kumunafikan.

Sampai-sampai aku tidak mengenal diriku. tergeletak di atas  bangku yang empuk memikirkan tentang dirimu. Dianggap gila dan tak punya harga diri dihadapan teman-temanku. Sering sekali aku melihat status-status yang membuatku sedih. Ditambah lagi bisikan yang termakan oleh hati. Tapi hatiku tak pernah goyah sekalipun.

Saat bersamamu. Hembusan nafasmu berkata aku laki-laki sempurna dan saat aku tanya laki-laki di status itu begitu cepatnya engkau katakan hanya teman. Dihadapan orang pandainya mengatakan aku tidak suka. Ketika aku bertatap muka dari kejauhan pada temanku. Rasanya melihatmu cemburu. Ternyata, perasaanku kau permainkan.

Ketika engkau mengiatkanku. Betapa senangnya hatiku. Rasanya tak ingat siapakah diriku. Aku ingin terulang kembali. Walau hanya sekali saja. Maukah engkau lakukan itu padaku pujaan hatiku. Senandung burung tekukur, sepoian angin, gelegar guruh dan rindu yang berkejaran.

Kini, merenggut hasratku dan kesenanganku. Semakin engkau membuatku sakit hati, semakin besar rasa cintaku padamu. Semakin sakit. Lebih dalam lagi. Aku lebih suka disakiti orang yang aku sayang.

Walau Kau tolak aku mengetuk pintu hatiku agar terasa bahagia. Aku akan tetap menanti dirimu. Datanglah.
Karena hatiku telah menyebut namamu selalu pujaan hatiku.

Cinta yang ada pada diriku bukanlah cinta nafsu tapi cinta hakiki pujaan hatiku. Sampai kapanpun rasa yang ada pada diriku tak akan pernah tergantikan oleh wanita lain. Walaupun wanita ditawarkan wanita cantik. Aku selalu menanti engkau milikku selamanya.

Terkadang banyak cemohan dan hinaan. Tetap, hati yang teguh dan signifikasi yang tinggi membuatnya raja dari segala pecinta. Rasa yang sakit derita, bisa jadi kebodohan.  pandangan orang lain.

Tapi, baginya itulah adalah anugerah paling terindah dari puncak tertingginya cinta. Sadar atau tidak sadar. Rasa tak pernah menghianati cinta yang tulus. Justru rasa munafik akan terjerumus dengan ketidakpastian.

Berbagai cara aku lakukan mendapatkan perhatianmu. Posting status. Tiba-tiba Tulisan indahmu terdengar. Pujaan hatiku. Ingatkah engkau perjodohan itu. Atau sudah lupa. sampai-sampai kau katakan aku tidak pernah bercanda dengan ucapanku. Dan engkau ingin aku menjadi orang terbaik. Tapi caramu itu mala engkau menjauh. Dimana letak kecintaanmu.

Surat untukmu pujuaan hatiku.

Memang, aku bukanlah keluarga yang berbangsa, beradat dan bahkan berlembaga. Hanya anak kampung berkelana di negeri orang. Kekayaan hatiku lebih berharga daripada semuanya itu.

Kembalilah padaku, Aku masih berharap padamu. Cintaku tulusku akan selalu ada di hatiku. Walaupun rintangan menghadapiku. Menerimamu apa adanya kesenangan hatiku. Sungguh, tak ada rasa sedikitpun melihat sisi-sisi kegelapan padamu. Ikhlas hanya untukmu.

Inilah aku, mencintaimu dengan sanubari yang dalam. Jadilah kawan untukku selamanya. Marilah membangun keluarga kecil yang bahagia. Lihatlah laki-laki sekarang. Datang dengan ketulusan. Aku tahu bagaimana rasa yang kau alami.

Aku akan selalu berada disisimu. mendengarkan cerita-cerita sedihmu, menghapus air mata di pipimu. Mengobati keluh kesahmu dengan kebagiaan. Tak akan pernah aku berhenti merebut cinta yang tulus dari hatiku. Lama rasanya rindu ini bercerita tentangmu.

Jauh dari engkau. Hilang semua harapan. membuatku tak lagi ada kekuatan untuk maju. Sekalipun engkau melakukan yang terbaik untukku. Tapi bagi diriku itu hanya sebuah penyiksaan bathin. Bilamana itu datang dari hatimu. Pasti tak akan menyakitkan aku. Percaya pujaan hatiku.

Aku sudah yakin dengan dirimu. Percayalah tak ada satupun yang bisa memisahkan. Bilamana dua rasa sudah menyatu. Dengarkanlah rasa rinduku ini.

Oleh : Budiman Daulay