Islam dan COVID-19

Islam dan COVID-19
Masdiana

MUDANEWS.COM, Medan – Akhir-akhir ini, publik tengah diramaikan oleh persoalan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Corona baru, yakni Covid-19. Virus yang bermula di Wuhan, Tiongkok, ini telah menjangkit banyak negara di berbagai benua.

Dalam Islam wabah virus korona ini merupakan sebuah ujian bagi suatu kaum agar selalu mendekatkan diri kepada Allah. Islam juga mengajarkan istilah lockdown dan social distancing dalam rangka pencegahan penularan penyakit, sebagian para ulama menyebutkan Istilah penyakit ini disebut dengan Tho’un yaitu wabah yang mengakibatkan penduduk sakit dan berisiko menular.

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, karena dengan kondisi yang sehat manusia dapat beraktifitas, beribadah, dan melakukan berbagai hal lainnya. Tanpa kondisi yang sehat, manusia kehilangan daya untuk melakukan aktifitas serta menjalani kehidupan sebagaimana mestinya. Menjaga kesehatan yang berlandaskan agama merupakan solusi terbaik untuk dapat mengatasi berbagai permasalahan kesehatan fisik bahkan jiwa dengan mematuhi, mengamalkan nilai-nilai agama dalam aktifitas kehidupan sehari-hari.

إذا سمعتم بالطاعون بأرض فلا تدخلوها، و إذا وقع بأرض و أنتم بها فلا تخرجوا منها

“Jika kalian mendengar wabah penyakit malanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Dan jika kalian ada didalam negeri itu, maka jangan keluar untuk lari daripadanya.” (HR. Bukhori).

Terkait dengan Covid-19 dan Islam, Ibn Qayyim pun mengajarkan kita untuk menghindari potensi apapun yang bisa membuat seseorang terinfeksi wabah tersebut, senantiasa menjaga kesehatan dengan baik sebagai modal hidup di dunia dan akhirat, menghindari menghirup udara yang telah tercemar kuman penyakit irus tersebut, menjaga jarak dengan seseorang yang terinfeksi atau menerapkan (social distancing), berfikir positif, bertawakkal kepada Allah, berhati-hati, melakukan pencegahan, memperbanyak mengingat Allah dengan ibadah serta pengetahuan.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah saat ini sejalan dengan fiqih Islam. Pertimbangan paling utama dalam penetapan fatwa atau kebijakan adalah menjaga keselamatan jiwa, menjaga keberlangsungan agama melalui rukhshah, dan menjaga perekonomian. Fatwa yang dikeluarkan ulama diharapkan dapat menjadi panduan dalam beribadah, membangun kesadaran dan solidaritas umat, serta kaitannya dengan perekonomian umat.

Allah menciptakan segala sesuatu memiliki tujuan. Setiap apa yang terjadi pada diri manusia dan alam semesta, baik berupa nikmat maupun bencana pasti mengandung hikmah yang patut kita ambil pelajaran. Sebagian melihat pandemi Covid-19 sebagai bencana, sebagian lainnya melihat sebagai anugerah yang mengandung banyak hikmah. Pada saat ini, masyarakat begitu memperhatikan perilaku-perilaku positif dan dianjurkan untuk dilakukan saat menghadapi pandemi ini.

Penulis : Masdiana (Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Komunikasi/Jurnalistik, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)