Bodo Amat Sama Bacaan Imam yang Beselemak? Pasti Belum Kenal Tahsin Nih

Bodo Amat Sama Bacaan Imam yang Beselemak? Pasti Belum Kenal Tahsin Nih
Muhammad Al Haris Shihab

MUDANEWS.COM, Medan – Pasti kita semua pernah mendengarkan seorang Imam membaca ayat saat sholat berjamaah kan, yang mana setiap ayatnya mengandung Tajwid dan hukum bacaan yang semestinya sudah diketahui sejak ngaji sore dulu. Namun sayangnya, terkadang bacaan tersebut belum memenuhi standarisasi pembacaan Al-Quran yang baik dan benar sehingga terjadi kesalahan saat membacanya. Mungkin, orang yang bersedia menjadi Imam tersebut belum memahami apa yang dimaksud dengan Tahsin. Dan naasnya, kita yang lebih memahami gak mau ambil andil untuk menyelesaikan perkara ini, huh.

Apasih Tahsin itu? Atau jangan-jangan kita juga baru mendengar kata ini? Tahsin adalah salah satu cabang ilmu dalam mempelajari Al-Quran. Fokus bahasannya, ialah memperbaiki dan membaguskan bacaan Al-Quran. Jadi, segala aspek yang berhubungan dengan tuntunan membaca Al-Quran, sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. adanya di Tahsin ini. Maka dari itu, ilmu ini merupakan satu dari beberapa ilmu yang kudu dipelajari bukan hanya untuk Imam saja, namun ini berlaku bagi kaum Muslimin, seluruhnya.

Selain dengan Tahsin, kita juga kudu membaca Al-Qur’an dengan Tartil, Allah SWT. berfirman dalam Surah Al-Muzammil ayat 4 : “Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan-lahan (tartil)”.

Makna ayat tersebut, tak lain ialah tahsin itu sendiri. Ini sesuai dengan pendapatnya sahabat Ali bin Abi Thalib ketika beliau ditanya oleh para sahabat tentang makna tartil pada ayat ke-4 surah Al-Muzammil. Beliau menjawab, “Tartil ialah mentajwidkan (mentahsinkan) huruf dan mengetahui tempat-tempat berhentinya”.

Perlu digaris bawahi, dalam ayat ini kita diperintahkan untuk membaca Al-Quran dengan perlahan (tartil) dan sesuai dengan Tahsin, serta diwajibkan bagi setiap kalangan mulai dari yang tua sampai yang muda, laki-laki dan perempuan, yang tinggal di desa, maupun yang tinggal di kota.

Membaca Al-Quran bukan hanya sekedar membaca biasa. Terus bacanya gimana dong?
Nah baik dari kalimat, kata, bahkan huruf dan barisnya, kalau membacanya salah, maka maknanya juga bisa salah. Salah kalimat, salah kata, salah huruf, dan bahkan salah baris. Para Ulama Qiraat sudah bersepakat, jika membacanya tidak sesuai dengan bagaimana Al-Quran itu diturunkan, maka yang membacanya malah jadi berdosa, wadidaw.

Kok bisa berdosa? Bukannya membaca Al-Quran itu Ibadah ya? Al-Quran bukan hanya sekedar menjadi bacaan biasa. Kitab ini merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW. untuk disampaikan dan menjadi tuntunan hidup manusia. Oleh karena itu, cara membacanya juga tidak bisa sembarangan.

Nah, untuk yang bacaannya sudah bagus sesuai dengan kaidah tahsin yang berlaku, dari Aisyah Radhiyallahu’anha berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda :

عَن عَائِشَةَ رَضي اللٌهُ عَنهاَ قَالَتُ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم الَماهر باِلقُرانِ مَعَ السَفَرَةَ الكِرَامِ الَبَرَرَةِ وَاٌلَذِي يَقُراٌ القُرانَ وَيَتَتَعتَعُ فِيه وَهُوَ عَلَيهِ شَاقٌ لَه اَجَران (رواه البخارى ومسلم وابو داوود والترمذى وابن ماجه).

“Orang yang ahli dalam Al-Quran akan bersama dengan para malaikat pencatat yang mulia lagi taat. Dan orang yang terbata-bata membaca Al-Quran dan dia bersusah payah mempelajarinya, baginya dua pahala.” (HR. Al-Bukhari dan Abu Daud).

Basicly, Tahsin ini kudu dipelajari dan dituntasin dulu khusus bagi kaum Muslimin. Biar sempurna, baik dalam bacaan Al-Quran nya maupun dalam bacaan sholatnya, serta dapat pahalanya juga full dari Allah SWT. Karena, kita sama-sama tau kan. Al-Fatihah yang kita baca dalam sholat itu merupakan bagian dari surah dalam Al-Quran. Al-Fatihah juga merupakan rukun dalam shalat. Kalau rukunnya gak sempurna, maka sholatnya juga batal. Alias gak sah.

Sekarang gini deh.. Kalau ditanya jujur nih.. Kita lebih milih dengerin orang yang bacaannya fasih kan? Yang ala-ala Muzammil, qori tampan dari Aceh itu, kan? Ngaku aja deh.. Adem ayem gimana.. gitu.

So, ga ada kata terlambat dalam belajar. Gak usah sok merasa tua deh.. Karena lagi-lagi, tuntutan membaca Al-Quran dengan baik sesuai dengan kaidah Tahsin itu berlaku untuk semua kalangan. Bukan hanya untuk anak muda yang baru belajar abatasa. Wallahua’lam.

Penulis : Muhammad Al-Haris Shihab (Mahasiswa Jurusan Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Peserta KKN-DR 2020 UIN-SU)