Bercermin

Bercermin
Net/lustrasi

MUDANEWS.COM – Mari sejenak kita bercermin, Kawan..
Bukan karena akan pergi ke tempat kerja, mall dan bukan pula ke tempat-tempat keramaian.

Namun, marilah bercermin untuk melihat kekurangan dalam diri kita masing-masing.

Dengan bercermin kita dapat melihat kesalahan dan kekhilafan yang kita lakukan. Cerminkan dahulu diri sendiri setiap saat sebelum wajah kita di robek di tengah keramaian orang.

Hidup ini sebenarnya sederhana, jika kita tahu arah dan tujuan. Banyak orang salah jalan karena mereka belum paham tentang hakekat kehidupan.

Maka, sekali lagi bercerminlah untuk diri sendiri, mengoreksi diri lebih penting daripada sibuk membawa kaca kemana -mana untuk setiap orang yang kita jumpai agar meraka bercermin dan mengoreksi diri mereka sendiri.

Kita sering ingin dipahami orang, di mengerti kemauannya, di layani setiap kebutuhannya, namun kita lupa melakukan hal yang sama terhadap orang lain.

Kita hanya ingin di mengerti tetapi tidak mau mengerti orang lain. Kita ingin di hormati namun kita justru menjadi penyebab segala kedukaan dan kemelaratan orang lain.

Maka sekali lagi mari bercermin. Koreksilah diri sendiri dahulu bila ada kesalahan dan kekhilafan pada orang lain maka ‘meminta maaf’ menjadi jalan keluarnya.

Bila ada pertikaian dan pertengkaran ajaklah berdamai. Bila ada kesalah pahaman mari duduk berdiskusi.
Indah bukan?

Persoalan seperti itu hanya butuh pengertian dan kemauan kita untuk terlebih dahulu melapangkan hati.
Jangan sama-sama tidak mau mengalah sehingga akibatnya cermin akan retak dan melukai diri sendiri.

Di dunia ini berbagai macam hati dan karakter yang kita jumpai. Ada yang cepat marah tapi cepat memaafkan, ada yang marahnya lama dan memaafkannya lama. Namun, ada juga yang lama marah cepat memaafkannya, cepat marah tapi lama memaafkannya.

Dari berbagai karakter itu, kita harus super teliti dalam bergaul dan berkawan. Karena setiap hati memiliki porsi dan kelemahan masing-masing.

Untuk menghindari kesalahpahaman sesama, maka kunci utama yang harus di pegang adalah cermin diri.

Lebih banyaklah mengoreksi kesalahan sendiri dan selalu melakukan kebaikan lebih banyak lagi.

Hilangkan sifat selalu mencari kesalahan orang lain, sebab itu tidak mendatangkan manfaat sedikitpun bagi kita.

Ingat, bahwa sesungguhnya hanya Allah SWT yang menutupi aib dan kesalahan kita selama ini.

Jangan pernah bangga dengan kebaikan yang kita goreskan dalam tinta kehidupan dan jangan pernah mencaci maki, menghujat dan mencari kesalahan orang lain seolah kita sudah lebih baik dari orang lain.

Mudahlah memberikan maaf…
Jadilah orang yang pandai mengoreksi kesalahan sendiri, membantu sesama, melapangkan hati demi membahagiakan orang lain dan orang yang senantiasa berusaha melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang.

Marilah kita bercermin diri.
Bercermin pada kehidupan untuk ketentraman dan saling bergandengan tangan meraih ridho-Nya.

Marah merupakan gejolak emosi yang diungkapkan dengan peruatan atau ekspresi untuk memperoleh kepuasan saja.

“Saat kau marah, ambillah cermin dan lihatlah… Betapa jeleknya ekspresi wajahmu.”

Ayo ngaku…

Penulis : Hindun Shalihah