Aliansi BEM Pasuruan Raya Menyayangkan Sikap Ketua DPRD

Breaking News
- Advertisement -

 

Mudanews.com Pasuruan – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya menyayangkan sikap tidak etis dan emosional yang ditunjukkan oleh oknum Ketua DPRD saat menerima audiensi PC PMII Pasuruan. Tindakan resistensi verbal tersebut dianggap tidak mencerminkan fungsi pengayoman yang seharusnya dimiliki oleh lembaga legislatif.

Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi, mengingatkan kembali tentang disposisi yang benar dalam demokrasi bahwa DPRD adalah penerima mandat aspirasi rakyat. “Kami menyayangkan adanya respons bernada tinggi (membentak) terhadap mahasiswa. Dalam demokrasi, wakil rakyat seharusnya menjadi pendengar yang baik, bukan justru menunjukkan resistensi ketika dikritik,” tegas Ubai.

Ubai menambahkan bahwa disposisi yang benar adalah rakyat sebagai pemegang kedaulatan, dan dewan sebagai penyalur aspirasi. Menurutnya, jika ruang dialog diisi dengan intimidasi verbal, maka kualitas demokrasi patut dipertanyakan.

“Ketika substansi aspirasi dibalas dengan emosi (bentakan), kami menilai ada kegagalan dalam memahami etika bernegara,” lanjutnya.

Sekretaris II Aliansi, Ulva Jauharotul M, mempertanyakan komitmen wakil rakyat terhadap konstitusi. Menurutnya, konstitusi menjamin kebebasan berpendapat, dan tugas wakil rakyat adalah merawat amanat tersebut, bukan menggerusnya dengan ego sektoral atau kepentingan politik.

” Kami khawatir, jika cara-cara komunikasi seperti ini dibiarkan, konstitusi kita seolah kehilangan wibawanya, tergerus oleh arus kepentingan yang melupakan etika publik,” ujar Ulva.

Aliansi BEM Pasuruan Raya menuntut adanya evaluasi mendalam dari Badan Kehormatan (BK) DPRD terkait etika penerimaan aspirasi.

Mereka juga menuntut permintaan maaf terbuka atas sikap tidak terpuji tersebut demi memulihkan kepercayaan publik.

Aliansi BEM Pasuruan Raya berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali dan DPRD dapat menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang mewakili aspirasi rakyat.**(Red)

Berita Terkini