Mahasiswa Cianjur Kecam Keras Represi Satpol PP, Desak Bupati Evaluasi Total Kinerja Aparat

Breaking News
- Advertisement -

 

MUDANEWS.COM, CIANJUR – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Al-Azhary Cianjur melayangkan kecaman keras terhadap tindakan represif yang dilakukan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur saat menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Bojong Meron.

Kerusuhan yang terjadi selama operasi penertiban tersebut menuai kritik tajam, khususnya dari kalangan mahasiswa yang menilai pendekatan Satpol PP sudah melampaui batas kewajaran dan kemanusiaan.

Presiden Mahasiswa STAI Al-Azhary Cianjur, Fauzi Rohmat, menegaskan bahwa peran pemerintah daerah adalah mengayomi dan melayani warganya, terutama masyarakat kecil, bukan justru melakukan penindasan melalui kekerasan.

“Kami sangat menyesalkan aksi kekerasan yang dipertontonkan aparat di lapangan. Pemerintah daerah harusnya menjadi pelindung rakyatnya. PKL adalah masyarakat yang mencari nafkah, bukan musuh yang harus dihadapi dengan cara represif,” ujar Fauzi dalam keterangan tertulisnya di Cianjur, Selasa (11/11/2025).

Menurut Fauzi, penindakan keras yang menargetkan pedagang dan mahasiswa yang bersolidaritas merupakan wujud nyata pelanggaran terhadap prinsip keadilan sosial dan pelayanan publik. Ia menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi penggunaan kekerasan dalam upaya penegakan aturan.

“DEMA STAI Al-Azhary menolak keras tindakan represif ini. Kami menuntut agar oknum pelaku segera diusut dan dijatuhi sanksi yang sesuai. Aparat penegak aturan wajib mengedepankan cara-cara yang humanis, bukan intimidasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fauzi meminta Bupati Cianjur mengambil langkah konkret untuk mengevaluasi secara menyeluruh kinerja Satpol PP demi mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

“Bupati Cianjur harus turun tangan langsung. Evaluasi ini harus dilakukan secara terbuka agar publik bisa yakin bahwa pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat dan menolak tindakan sewenang-wenang,” tambah Fauzi.

Fauzi menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk terus mengawasi isu-isu keadilan sosial di Cianjur.

“Mahasiswa tidak boleh diam ketika rakyat kecil diperlakukan tidak adil. Kami akan terus berada di garis depan perjuangan untuk membela hak-hak masyarakat,” tutupnya.

Berita Terkini