Satu Rumah Berisi 25 Orang Belum Terima Bansos

Satu Rumah Berisi 25 Orang Belum Terima Bansos
Endang Suhana (71) bersama anak dan cucunya.

MUDANEWS.COM, Bandung – Sebuah rumah bedeng di bantaran sungai Kota Bandung dihuni tujuh kepala keluarga. Rumah tersebut dihuni Endang Suhana (71) bersama enam anak dan cucunya.

Rumah Endang terletak di RT 7 RW 12, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Setidaknya ada 25 orang yang tinggal di rumah berukuran kira-kira lebar 5 meter dan panjang 10 meter.

Bangunan rumah semi permanen, hanya setengah batu bata merah dilanjutkan dengan bangunan kayu berlapis triplek.

Endang merupakan warga pendatang yang merantau ke Kota Bandung dan menetap di bangunan tersebut.

“Sudah 40 tahun di sini,” kata Endang, saat disambangi Okezone, Rabu (20/5/2020).

Saat dihampiri, kebetulan beberapa anak-anak Endang tengah tak berada dalam rumah. Mereka sedang mencari rezeki untuk menyambung hidup. Endang juga bekerja serabutan. Dirinya memiliki keahlian memancing dan merawat burung.

Terdapat enam kamar yang disekat menggunakan triplek. Seluruh kamar terisi oleh keluarga anak-anaknya. Di ruang tengah rumah Endang, terdapat susunan bambu yang diikat rapi. Susunan tersebut,untuk menutupi aliran selokan yang berada di bawah rumahnya.

“Kadang ada ular juga suka masuk. Kalau banjir jarang, tapi pernah,” ucap pria berambut putih itu.

Endang mengaku sudah lama tidak dapat bekerja karena usianya yang sudah lanjut. Untuk menyambung hidup, Endang bersama enam anaknya berusaha saling bantu satu sama lainnya.

Istri Endang kadang bekerja sebagai kuli cuci baju milik tetangga. Beberapa anaknya pun ada yang bekerja sebagai kuli bangunan. Tak jarang, Endang bersama keluarga hanya bergantung pada tetangga yang merasa kasihan pada mereka.

Keadaan semakin sulit setelah pandemi Corona merebak. Salah seorang anaknya yang berkerja sebagai office boy (OB) harus dirumahkan karena perusahaannya terdampak Covid-19. Bantuan yang digadang-gadang Pemerintah pun tak kunjung datang.

“Saya belum terima satu bantuan pun dari Pemerintah, baik dari pusat, provinsi dan kota. Termasuk anak-anak saya,” ucap dia.

Air mata Endang pecah, saat ia ditemani istri dari anak dan beberapa cucunya, didatangi sekelompok Bintara Polri lulusan 2001, yang menggelar bhakti sosial di kesempatan yang sama. Endang diberikan sejumlah paket sembako.

“Semoga dapat membantu ya Pak,” kata seorang Polwan, yang memberikan bantuan tersebut.  “Terima kasih bu, semoga menjadi ladang amal, buat semuanya, amin,” kata Endang sambil terbata-bata menahan tangis.

Menurut Miftah Fajarudin, Ketua RT di tempat Endang tinggal, Endang merupakan salah seorang warganya yang termasuk keluarga miskin. Setiap ada bantuan dari Pemerintah, keluarga Endang selalu masuk sebagai penerima bantuan.

“Termasuk untuk bantuan Civid-19 ini. Saya sudah daftarkan juga, tapi memang belum ada bantuan yang diterima,” kata Miftah, di rumah Endang.

Miftah mengatakan, anak-anak Endang ada yang bekerja sebagai kuli bangunan dan seorang OB. Namun belakangan diketahui anaknya baru saja kena PHK akibat dampak Covid-19.

“Yang jadi OB itu baru di-PHK, karena Corona yah,” ucap dia.

Miftah menyebut, untuk sementara waktu, kebutuhan pokok Endang sekeluarga dibantu oleh warganya. Mereka saling bahu-membahu untuk memberikan makanan bagi keluarga Endang. (Okezone)