Kecam Keras Represifitas Aparat, Aliansi BEM Pasuruan Raya: “Ini Pengkhianatan Terhadap Konstitusi”

Breaking News
- Advertisement -

 

Mudanews.com Pasuruan  – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya melontarkan kecaman keras terhadap tindakan represif aparat kepolisian yang terjadi saat aksi massa di Pasuruan pada hari Kamis (28/8/2025). Melalui pernyataan resminya pada Jumat (29/8), aliansi mahasiswa terbesar di Pasuruan ini menyebut insiden tersebut sebagai luka serius bagi demokrasi dan pengkhianatan terhadap konstitusi.

Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M Ubaidillah Abdi, menyatakan bahwa penggunaan kekerasan oleh aparat terhadap warga sipil yang menyampaikan aspirasi secara damai adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Apa yang kita saksikan kemarin bukanlah pengamanan, melainkan sebuah aksi kekerasan yang brutal dan tidak terukur. Aparat yang seharusnya menjadi pengayom rakyat justru bertindak sebaliknya. Ini adalah preseden buruk yang membunuh keberanian warga untuk bersuara,” tegas Ubai dalam keterangan persnya.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan sekadar insiden spontan, melainkan gejala dari menyempitnya ruang sipil dan kebebasan berekspresi. Ia menambahkan bahwa BEM Pasuruan Raya tidak akan tinggal diam melihat kemunduran demokrasi yang terjadi di depan mata.

“Duka dan luka para korban adalah duka kami semua. Tindakan ini menumbuhkan benih ketakutan, dan tugas gerakan mahasiswa adalah memastikan bahwa ketakutan itu tidak menang,” lanjutnya.
Menyikapi tragedi tersebut, Ubai menegaskan bahwa Aliansi BEM Pasuruan Raya melayangkan empat tuntutan utama kepada negara:

  1. Mengusut tuntas dan secara transparan seluruh aparat yang terlibat dalam tindak kekerasan.
  2. Menuntut pertanggungjawaban hukum dan etik bagi para pelaku di lapangan hingga tingkat komando.
  3. Mengevaluasi secara menyeluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan massa agar tidak lagi menggunakan pendekatan kekerasan.
  4. Meminta jaminan dari negara untuk senantiasa melindungi hak setiap warga untuk berkumpul dan menyatakan pendapat tanpa intimidasi

Meminta jaminan dari negara untuk senantiasa melindungi hak setiap warga untuk berkumpul dan menyatakan pendapat tanpa intimidasi.

Koordinator Aliansi BEMPAS Raya menambahkan bahwa dalam waktu dekat, Aliansi BEM Pasuruan Raya akan segera menggelar konsolidasi akbar dengan berbagai elemen masyarakat sipil untuk merencanakan langkah-langkah advokasi dan perlawanan lebih lanjut. Pernyataan tegas dari gerakan mahasiswa ini menambah tekanan kepada pihak berwenang untuk segera memberikan respons dan pertanggungjawaban yang adil atas insiden tersebut.

Tentu, berikut adalah versi berita yang sama, namun dengan menghilangkan bagian tuntutan secara eksplisit, dan lebih fokus pada pernyataan sikap dan solidaritas.

Kecam Keras Represifitas Aparat, Aliansi BEM Pasuruan Raya: “Ini Pengkhianatan Terhadap Konstitusi”.***(Red)

Berita Terkini