Polres Labuhanbatu, Amankan Pelaku Terduga Penganiayaan Terhadap Anak Dibawah Umur

Korban saat dirawat di RSUD Rantauprapat.

MUDANEWS.COM, Labuhanbatu – Dua terduga pelaku penganiaayaan terhadap A (13) dan P (16) warga Lingkungan IV, Kelurahan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hulu, telah diamankan dan sedang proses pemeriksaan oleh Polres Labuhanbatu. Sedangkan, dua anak dibawah umur itu, saat ini masih di opanme di RSUD Rantauprapat, akibat luka yang cukup serius.

“Ada 2 terduga pelaku penganiayaan telah kita amankan untuk menjalani pemeriksaan di polsek,” tulis Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat melalui Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Jamakita Purba, Jumat (24/1/2020) melalui pesan Whatsapp.

Sementara itu, dengan kondisi masih setengah sadar, A (13) saat ditemui di RSUD Rantauprapat menjelaskan kronologis singkat penganiayaan yang dialaminya. Dimana,  saat itu dirinya bersama temannya dipukul oleh AS dan AP. Mereka dipukuli seperti binatang akibat dugaan pencurian minyak solar sebanyak 5 liter.

“Dipukuli,  leher ku dicekik, dan perut kami dipijak si As dan AP. Setelah itu, kami berdua di buang ke semak-semak,” ungkapnya dengan nada merintih kesakitan.

Atas kejadian itu, A berharap kepada Polres Labuhanbatu agar menghukum AS dan AP seberat beratnya.

“Bila perlu dihukum mati saja mereka,” pintanya.

Sebelumnya, Rumah milik AS (46) yang beralamat di Lingkungan VI, Kelurahan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (23/01/2020) sekira pukul 22.30 WIB diamuk oleh ratusan masyarakat Sei Berombang.

Dandim 0209/LB Letkol Inf Santoso melalui Pasi Intel Kodim 0209/LB Lettu Inf Dedi M Sibarani menjelaskan kejadian tersebut berawal saat kedua anak yang beralamat di Lingkungan VI Gang Aman Kelurahan Sei Berombang dipukuli oleh sang pemilik rumah karena mengetahui kedua anak tersebut sedang mencuri.

“A (12) dan AP (14) yang beralamat Lingkungan VI Gang Aman Kelurahan Sei Berombang, tertangkap tangan sedang mencuri minyak jenis Solar dari Boat milik AS, tepatnya yang berada di gudang belakang miliknya. Kemudian kedua pelaku (A dan AP) mencoba melarikan diri ke arah depan rumahnya, akan tetapi pelaku tidak dapat meloloskan diri sehingga keduanya dipukuli hingga mengalami luka lebam di wajah dan tidak sadarkan diri,” ucap Pasi Intel.

Kemudian kabar pemukulan terhadap kedua anak dibawah umur tersebut sampai ke telinga masyarakat, hingga membuat masyarakat Sei Kelurahan Sei Berombang marah.

“Karena mengetahui AS bersembunyi di dalam rumahnya, sekitar 700 massa beramai-ramai mendatangi rumah milik AS dan melakukan pelemparan serta pengrusakan dengan menggunakan batu,” tambahnya.

Saat pengrusakan terjadi, Personel Koramil 03/Sei Berombang dan Polsek Panai Hilir sudah berada di lokasi, namun dikarenakan jumlah massa saat itu jauh lebih banyak, sehingga aparat TNI/POLRI sulit untuk menghalau tindakan yang pengrusakan tersebut.

“Untuk mendapatkan pertolongan, pukul 22.45 WIB, A dan AP diboyong ke Puskesmas Sei Berombang, tetapi kondisi kesehatan keduanya menurun, sekitar pukul 23.30 WIB kembali di evakuasi menuju RSUD Rantauprapat dengan menggunakan Ambulance Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” jelas Pasi.

Atas insiden ini, salah satu petugas kepolisian Kanit Sabhara Polsek Panai Hilir Aiptu AU Lubis juga mengalami luka robek dibagian pelipis sebelah kiri, dan rumah milik AS mengalami rusak berat. Berita Labuhanbatu, Pendi