GPII Sumut: Kapolresta Pematangsiantar Harus Mampu Membumihanguskan Bisnis Judi
Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan Ms. Qiu Weiwei Ketua Umum PW GPII Sumut Wahyudi Hardianto Plt. Sekretaris Umum PW GPII Sumut Maulana Limbong S.Sos

MUDANEWS.COM, Pematangsiantar – (08/10/2019) Praktek bisnis judi yang terus menjamur dari waktu ke waktu di Kota Pematangsiantar semakin mengkahawatirkan. Dari bentuk konvensional sampai yang paling modern seolah tiada hentinya. Bahkan bisnis ini kian hari menjadi bisnis favorit bagi para pengusaha-pengusaha besar yang mengorbankan semangat dan nilai-nilai keluhuran bangsa dan menabrak aturan agama. Bahkan di Kota Pematangsiantar ada lokalisasi bisnis perjudian yang tak jauh dari inti kota bahkan sangat dekat dengan Kantor MUI dan berlokasi di tanah negara.

Menjamurnya bisnis perjudian yang sangat kasat mata ini mendapat kecaman dari tokoh muda Siantar-Simalungun yang saat ini memimpin Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII ) Sumatera Utara. Wahyudi Hardianto, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia Sumatera Utara dalam salah satu kesempatan acara Konsulat Jenderal negara sahabat (Asing) di Hotel Aston City Medan menyampaikan kekecewaann dan kekesalannya.

“Kita sangat menyesalkan begitu maraknya bisnis judi di Kota tercinta Pematangsiantar. Dari yang konvensioanal seperti judi Togel, KIM, Gelper sampai judi online kian menjamur dan kita tau itu di beck up oleh tokoh-tokoh penting di kota ini. Bisnis perjudian ini sangat mencederai falsafah Sapangambei Manoktok Hitei sebagai falsafah masayarakat kota Pematangsiantar, yaitu bergotong royong demi tujuan mulia,” demikian kata Wahyudi Hardianto.

Begitu massifnya pemberitaan dan laporan kepada pihak berwajib yang dilakukan oleh kelompok sipil masyarakat, seolah tidak menjadi perhitungan oleh aparat penegak hukum dan pelaku bisnis judi, apalagi beberapa bulan yang lalu telah terjadi ancaman melalui upaya yang cukup serius terhadap kelompok sipil masyarakat yang diduga akibat concernnya yang bersangkutan mengkritisi bisnis judi di Kota Pematangsiantar. Ini menjadi perhatian serius bagi Kapolresta Pematangsiantar yang baru AKBP Budi Pardamean Saragih.

“GPII Sumatera Utara Haqqul Yakin Kapolresta baru mampu memberangus dan membumi hanguskan bisnis judi yang semakin menjamur di Pematangsiantar. Tidak ada kata tidak bisa, apalagi tindak pidana perjudian masuk dalam ranah delik umum dalam sistem hukum pidana kita, bukan delik aduan. Kejahatan yang tersembunyi dan sumir seperti kejahatan perdaran Narkoba yang sangat rapi saja bisa terungkap, konon lagi kejahatan perjudian yang kasat mata. Dulu Jenderal Sutanto meninggalkan Legacy yang cukup dikenang masayarakat Sumatera Utara, ketika pada saat itu jabatan Kapolda dipertaruhkannya demi memberangus gurita bisnis judi di Sumatera Utara khususnya Kota Medan, masah sih Kapolresta tidak ingin meninggalkan legacy yang baik juga,” tutup Wahyudi Hardianto. Berita Pematangsiantar, Wahyudi Hardianto