DPP HIPMA MPH: Pemerintah Perlu Maksimalkan Penyerapan Beras dari Petani

DPP HIPMA MPH: Pemerintah Perlu Maksimalkan Penyerapan Beras dari Petani
Ilustrasi Petani

MUDANEWS.COM, Bandung – Akhir-akhir ini ramai terjadi polemik impor beras sebanyak 1 juta ton mengalami banyak penolakan di masyarakat. Kementerian Pertanian yang mengurus bagian hulu beras mengatakan stok aman, sedangkan Kementerian Perdagangan menilai butuh impor sebagai upaya menjaga stabilitas harga.

Kementerian Pertanian menyebutkan stok beras jelang Ramadan dalam keadaan aman. Berdasarkan prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok, ketersediaan beras hingga bulan Mei 2021 bulog mencapai 883.585 ton. Terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 859.877 ton dan beras komersial sebesar 23.708 ton.

“Saya kira yang harus dilakukan pada saat ini adalah melaksanakan penyerapan hasil panen dari petani mengingat bahwa negara Indonesia adalah negara agraris maka penyerapan hasil panen petani merupakan prioritas pertama, terutama bulog pun memiliki peran yang sangat dibutuhkan,” ujar Ferdy Oktavianus selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Merah Putih Hitam (DPP HIPMA MPH) dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/3/2021).

Sementara itu, Deska selaku Sekretaris Jenderal menyebutkan bahwa Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meyakini, kebijakan impor beras 1 juta ton di 2021 tidak bakal menghancur harga gabah di tingkat petani. Menurut dia, langkah ini dilakukan untuk menjaga stok beras nasional dan menstabilkan harga.

“Usul saya ke pemerintah lebih baik menunda impor beras, kalau posisinya kita krisis beras saya kira impor masuk akal, petani juga masih banyak yang panen, seharusnya pemerintah tidak melakukan impor beras jika kami surplus,” tutur Deska.

Hal senada pun disampaikan Faisal selaku Bendahara DPP HIPMA MPH Community Indonesia yang mengatakan bahwa Impor 1 juta ton beras itu terdiri dari 500.000 ton untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 500.000 ton sesuai dengan kebutuhan Perum Bulog.

“Wacana impor beras ini sangat tidak tepat dipilih apabila melihat kemampuan dalam negeri masih melimpah,bukannya pemerintah tidak boleh melakukan impor beras namun itu boleh dilakukan ketika kondisi yang sangat mendesak, seharusnya pemerintah fokus memberikan dorongan bagi sektor pertanian dalam negeri agar potensi Indonesia sebagai negara agraris bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Merah Putih Hitam adalah organisasi sayap Merah Putih Hitam Community Indonesia yang bertujuan untuk mencetak kader kader generasi muda yang dapat berguna bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu, HIPMA MPH Community Indonesia selalu sedia untuk memberikan sumbangsi pemikiran dan juga kritikan kepada pemerintah Indonesia untuk menghasilkan kebijakan yang baik untuk masyarakat Indonesia. (red)