Pandemi, Grab Ngutang Rp 28 T ke Investor

Pandemi, Grab Ngutang Rp 28 T ke Investor
Ilustrasi

MUDANEWS.COM, Jakarta – Startup decacorn Asia Tenggara, Grab Holding berhasil mengumpulkan pinjaman berjangka senilai US$2 miliar atau setara Rp 28 triliun (asumsi Rp 14.000/US$) dari sejumlah kreditur. Perusahaan mengklaim ini sebagai pinjaman institusional terbesar di sektor teknologi Asia.

Awalnya, Grab menargetkan pinjaman bertenor lima tahun ini senilai US$750 juta, namun karena adanya komitmen dari investor institusional internasional jumlah pinjaman diperbesar. Dana ini akan digunakan mendukung ekspansi Grab di kawasan Asia Tenggara.

CEO dan co-founder Grab Holding Anthony Tan mengungkapkan pinjaman ini menunjukkan pengakuan investor akan nilai dari platfrom super app Grab dan secara bersamaan “Kami terus membuat kemajuan yang konsisten dalam mencapai tonggak pertumbuhan dan keberlanjutan kami,” ungkapnya seperti dikutip dari Reuters, Senin (1/2/2021).

 

 

Pinjaman ini memiliki bunga 450 basis poin (bps) di atas suku bunga LIBOR (London Interbank Offer Rate). Per 29 Januari 2021 LIBOR rate 12 bulan mencapai 0,31%. Artinya bunga pinjaman Grab capai 4,81% per tahun.

JPMorgan adalah bookrunner utama untuk fasilitas pinjaman tersebut, sedangkan Barclays, Deutsche Bank, HSBC, Mizuho, MUFG dan Standard Chartered adalah bookrunner bersama.

Startup yang disokong SoftBank ini telah berevolusi dari aplikasi ride-hailing menjadi one-stop shop untuk layanan seperti pengiriman makanan, pembayaran, dan asuransi di Asia tenggara yang sudah melayani sekitar 650 juta orang.

Tahun lalu, startup yang disebut bervaluasi US$16 miliar ini mencatatkan pendapatan bersih meningkat 70% secara tahunan yang menunjukkan bisnis sudah mulai pulih seperti sebelum pandemi Covid-19. (cnbc)