Inspektur Tambang Madina: PT SMGP Harus Tutup

Inspektur Tambang Madina PT SMGP
Muhammad Idris Harahap ST MSi (tengah)

MUDANEWS.COM, Madina – Aktivitas proyek PT Sorikmerapi Geothermal Power (SMGP) terletak di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara. Telah terjadi paparan gas hydrogen sulfide (H2S) beracun ke masyarakat saat melangsungkan kegiatan PT Sorikmerapi Geothermal Power (SMGP) buka sumur (well discharge)  SM T02, Senin (25/1/2021).

Muhammad Idris Harahap ST MSi mengatakan sesuai informasi peroleh yang diperoleh sekitar pukul 12.00 WIB, dilakukan buka sumur dengan mengalirkan steam ke silencer untuk dibersihkan sebelum dialirkan PLTP pada pukul 12.30 WIB, di laporkan ada masyarakat yang pingsan di sekitar Sumur T02.

Pada saat itu, warga sedang berada di sawah yang berjarak sekitar 300-500 m dari lokasi sumur panas bumi. PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) harus bertanggung jawab penuh akibat kejadian tersebut.

Inspektur Tambang Madina 2012 – 2016 Muhammad Idris Harahap ST MSi menyatakan besar kemungkinan bagian dari kecelakaan Tambang dan harus menindak tegas terhadap oknum Kepala Teknik Tambang (KTT) dan jajarannya karena insiden ini sampai mengakibatkan korban jiwa 5 orang meninggal dunia dan 29 lagi dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Panyabungan dan Rumah Sakit Permata Madina.

Atas kejadian ini diduga ada tahapan ataupun SOP yang dilanggar atau diabaikan dalam kegiatan well discharge sehingga terjadi insiden ini ujar Idris.

“Saya meminta segera agar kegiatan PT SMGP harus diberhentikan (tutup tambang) melalui pejabat yang berwenang sesuai amanah regulasi dan kaidah pertambangan yang berlaku hingga persoalan ini dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujar Idris. (Fahmi)