Lagi Harga CPO Turun, Fakta Pahit Buat Petani Kita

Harga CPO
Ilustrasi

MUDANEWS.COM, Medan – Tren harga Crude Palm Oil (CPO) belakangan ini terus membentuk tren turun. Kalau sepekan yang lalu CPO masih mampu bertengger di angka 3.400-an ringgit per ton. Saat ini harga CPO anjlok mendekati 3.200 ringgit per tonnya. Pemicu pelemahan harga CPO datang dari ekspektasi konsumsi yang menurun. Seiring lockdown yang diberlakukan di banyak negara khususnya di China.

“Penurunan harga CPO ini nantinya akan menghantam harga TBS di tingkat petani. Jadi petani sawit diharapkan bersiap untuk melihat benturan harga TBS yang akan direvisi ke arah yang lebih rendah. Dan tentunya penurunan tersebut akan merugikan banyak petani kita,” ujar Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin di Medan, Sumatera Utara, Kamis (21/1/2021).

Padahal di bulan Januari ini, harga CPO sempat naik medekati 4000 ringgit per ton. Namun apa mau dikata, penyebaran covid 19 yang kian ganas menjadi pemicu penurunan konsumsi CPO tersebut. “Saya menilai CPO masih akan berpeluang untuk turun kembali hingga perayaan tahun baru China usai nantinya,” kata Benjamin.

Dibeberkan Benjamin, bulan depan akan ada libur panjang di China. Namun sayang yang dikuatirkan adalah saat liburan justru Covid-19 berpeluang untuk kembali memakan banyak korban jiwa. Jadi hingga maret saya justru melihat potensi harga CPO akan berada dalam titik kritis dan trennya akan turun. Ini yang harus menjadi catatan bagi kita semua.

“Walau demikian kita berharap harga CPO bisa bertahan di atas 3000 ringgit per tonnya. Hal yang memungkinkan terjadinya kenaikan harga lanjutan adalah faktor cuaca. Cuaca yang kurang begitu mendukung produktifitas tanaman sawit justru akan membuat harganya naik. Akan tetapi kenaikannya juga harus dikompensasi dengan penurunan omset dari sisi kuantitas,” ujarnya.

Benjamin mengatakan, yang paling penting adalah adanya ekspektasi pada pemulihan ekonomi dunia. Sejauh ini ekspektasi awal bahwa tahun 2021 akan adanya pemulihan dan ekonomi global bisa tumbuh positif. “Namun belakangan terus direvisi dengan angka yang lebih rendah. Ini juga bisa membuat harga CPO susah untuk naik nantinya,” ungkap Benjamin. (red)