Harga Kedelai Dunia Naik, Tempe dan Tahu Jadi Korban

Harga Kedelai Dunia Naik, Tempe dan Tahu Jadi Korban
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM, Medan – Harga tempe maupun tahu yang melonjak belakangan diributkan oleh sejumlah masyarakat. Khususnya masyarakat di pulau Jawa. Di Sumut, memang terjadi kenaikan harga produk olahan kedelai khususnya Tempe. Dari satu potong kecil yang biasanya 2000 saat ini dijual dengan harga 2500-an rupiah per potong. Naik sekitar 25%. Kenaikan harga pangan tradisional khas Indonesia tersebut menjadi masalah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

“Selain menjadi sumber protein, tempe ini menjadi makanan yang melekat di mayoritas rumah tangga di tanah air. Produk olahan tempe juga banyak, dan banyak di konsumsi masyarakat. Jadi wajar saja jika kenaikan harga tempe menjadi obrolan yang viral dan tentunya menjadi masalah bagi pedagang tempe. Jika tahu maupun tempe harganya naik, maka sudah barang pasti nantinya peminat tempe menjadi turun. Jika justru diikuti dengan tren penurunan harga pada sumber protein lain seperti telur maupun ikan,” ujar Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin di Medan, Sumatera Utara, Selasa (5/1/2021).

Maka tempe dan tahu serta produk olahan turunannya semakin ditinggal masyarakat. Namun untuk tahu maupun tempe di Sumut tidak begitu banyak diperbincangkan oleh masyarakat disini. Karena konsumen produk olahan kedelai tersebut di Sumut tidak sebanyak yang ada di pulau lain. Wajar kenaikan harga produk olahan kedelai tidak begitu mengusik masyarakat kita.

“Nah, apa yang membuat produk kedelai seperti tempe ini mengalami kenaikan?. Tak lain dan tak bukan adalah kenaikan komoditas kedelai di pasar internasional. Harga kedelai mengalami kenaikan setidaknya dalam 6 bulan terakhir. Saat ini harga kedelai di jual dikisaran $13.19 per Bushel,” ujarnya.

Jika dihitung, harga kedelai sempat menyentuh $8.6 per bushel. Akan tetapi harga tersebut terus menanjak hingga menjelang akhir tahun dikisaran angka $13-an per bushel saat ini. Kenaikan harga kedelai ini memang menjadi pemicu kenaikan harga tempe maupun tahun di tanah air.

“Dikarenakan kedelai kita masih banyak didatangkan dengan cara impor dari negara lain. Maka harga produk olahannya juga mengikuti tren perkembangan harga komoditas global. Ini yang membuat harga tempe maupun tahu mengalami kenaikan. Nah, sekalipun tempe maupun tahu adalah makanan khas Indonesia, namun bahan bakunya harus didatangkan dari negara lain. Karena harga yang lebih bersaing,” jelas Gunawan Benjamin. (red)