Kehadiran Pelabuhan Patimban, Jadi Perhatian Kita di Sumut

Kehadiran Pelabuhan Patimban, Jadi Perhatian Kita di Sumut
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM, Medan – Penambahan pelabuhan baru yang baru diresmikan tentunya ini menjadi pintu masuk bagi aktifitas ekonomi di wilayah tersebut. Terlebih memang pulau jawa itu masih menjadi pusat industri air, lebih padat penduduknya sehingga memang membutuhkan akses ekonomi baru. Kalau saya melihat peta jalur distribusi barang di pantai utara.

“Maka memang arus barang dari priok atau wilayah DKI itu harus melalui jalur darat jika menuju arah Jawa Tengah. Dan pelabuhan patimban yang dibangun di sekitaran Subang tersebut memiliki nilai ekonomis yang strategis dalam jangka panjang. Dengan hadirnya pelabuhan tersebut, maka industrialisasi di wilayah tersebut sangat terbuka lebar,” ujar Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin di Medan, Sumatera Utara, Selasa (22/12/2020).

Patimban akan membentuk sebuah kawasan industri baru yang bisa menggerakkan ekonomi di pulau jawa. Mengingat jawa juga memiliki ketersediaan SDM yang lebih baik dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia. Yang terpenting nantinya arus barang akan lebih lancar, dan menekan biaya.

“Selain itu, pengembangan pelabuhan tersebut juga membuat nantinya aktifitas bisnis tidak melulu terpusat di wilayah DKI. Yang memang sudah saatnya ada diversifikasi wilayah pusat bisnis baru yang membuat penyebaran ekonomi nasional kian merata,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjut Benjamin, kehadiran pelabuhan patimban ataupun pembangunan kawasan industri di jawa akan membuat jawa lebih menarik di mata investor. Baik asing maupun lokal. Karena jawa memiliki letak strategis mulai dari ketersediaan pangsa pasar yang besar, SDM, Infrastruktur hingga inflasi yang lebih rendah.

“Jadi kehadiran patimban mengaskan bahwa Jawa akan tetap menjadi salah satu pusat industri hilir yang tidak bergantung pada komoditas bahan tanaman perkebunan. Pengembangan industri manufaktur di Jawa tetap akan tumbuh lebih baik dibandingkan wilayah lainnya,” jelas dia.

Jika membandingkan wilayah Sumut yang banyak mengandalkan komoditas. Maka akselerasi pengembangan industri di wilayah ini akan banyak bergantung kepada komoditas olahan dari sawit, karet, kakao, kopi dan komoditas lainnya seperti kelapa.

Benjamin mengatakan, yang penting bagaimana mengundang investor untuk berinvestasi di sektor-sektor tersebut. Agar pelabuhan yang telah dibangun di Sumut (Kuala Tanjung) bisa menjadi salah satu motor penggerak laju pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.

“Kehadiran patimban seharusnya menjadi perhatian serius bagi pengembangan industri di Sumut untuk lebih fokus kepada segmentasi pengembangan industri yang kompetitif. Dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Sumut. Walaupun saya yakin investor manapun sudah memperhitungkan semuanya sebelum berinvestasi,” ungkap Gunawan Benjamin. (red)