Kabar Baik : China Berhasil Uji Klinis Vaksin Covid-19, Tetap Waspada Perang Dagang

Breaking News

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

MUDANEWS.COM, Medan – Pada hari ini, secara mengejutkan China melaporkan bahwa tahap uji klinis vaksin dinilai berhasil oleh WHO. Hasil uji klinis vaksin tersebut menghilangkan salah satu rasa kuatir yang paling besar yakni perang terhadap Covid-19 yang sudah memasuki babak akhir.

“Meskipun pada dasarnya pelaku pasar masih mempertanyakan bagaimana nantinya porduksi massal dari vaksin tersebut. Serta bagaimana nantinya pendistribusian ke banyak negara di dunia. Jika pendistribusiannya cepat dilakukan dan banyak negara yang tertolong karenanya, saya yakin kebijakan-kebijakan ekonomi akan lebih mudah direncanakan, sehingga kedepan kita bisa lebih mudah dalam memberikan proyeksi,” jelas Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin di Medan, Sumatera Utara, Jumat (25/9/2020).

Nah yang paling penting adalah bagaimana Indonesia bisa mendapatkan vaksin tersebut. Guna menjadi tolak ukur atau barometer bagaimana kita menyelesaikan masalah pandemi di sini. Saya justru  mengkuatirkan kalau pendistribusian vaksin ini justru nantinya akan lebih banyak terkendala pada masalah politik maupun anggaran.

“Kita tahu China dan AS sejauh ini bersitegang dalam banyak hal. Dan saya menilai ketegangan ini masih akan meningkat seiring dengan tensi politik di AS yang memanas menjelang PILPRES. Sehingga China juga membutuhkan dukungan politik dari negara lain untuk menghadapi tekanan AS. Jadi ini bukan hanya perkara dagang biasa, yakni Indonesia membeli vaksin dan China menjualnya,” jelas Gunawan.

Gunawan mengatakan, jauh lebih rumit dari yang dibayangkan banyak pihak. Dan kalaupun kita berada pada satu kesimpulan bahwa vaksin yang dikembangkan tersebut benar-benar terdistribusi menyeluruh ke semua negara. Berarti kita akan berhadapan dengan satu masalah besar lainnya. Yakni perang dagang antara AS dan China atau bahkan agresi militer diantara keduanya.

“Saya berpendapat, perang dagang sulit untuk dihindarkan. Mengingat motif ekonomi AS karena tekanan ekonomi sejak 2 tahun lalu memicu terjadinya perang dagang tersebut,” paparnya.

Dan perang ini telah meluas ke masalah konflik yang lain, khususnya kemungkinan agresi militer di laut china selatan. Dan sekalipun nantinya jika Trump tidak terpilih lagi, saya yakin perang dagang belum akan usai.

IHSG dan Rupiah Menguat

Gunawan menambahkan, setelah sempat diragukan kemampuannya untuk menguat di sesi perdagangan pagi. IHSG pada akhirnya mengalami penguatan tajam menyusul kabar baik dari China tersebut. Kinerja IHSG langsung berubah 180 derajat. IHSG membukukan  kenaikan yang terjadi secara terus menerus, meskipun sempat tertahan sejenak di level psikologis 4.900.

“IHSG hari ini ditutup di level 4.945,79 atau naik 2.13%. Hal yang sama juga terjadi pada mata uang Rupiah. Setelah sempat melemah hingga ke level 14.918 per US Dolar. Rupiah pun langsung balik badan dengan menguat dikisaran level 14.872 per US Dolar,” imbuhnya.

Kinerja Rupiah dan IHSG di akhir pekan ini ditutup di zona hijau. Sempat diragukan di awal sesi akan mampu menguat Tetapi kabar baik dari China merubah semua ekspektasi tersebut.

“Walau demikian, pasar keuangan kita belum sepenuhnya aman dari tekanan di pekan depan,” jelas Gunawan. Berita Medan, red

- Advertisement -

Berita Terkini