Harga Emas Kian Terpuruk. Ingat!, Harga Emas Naik atau Turun Bukan Karena Permintaan dan Penawaran

Harga Emas Kian Terpuruk. Ingat!, Harga Emas Naik atau Turun Bukan Karena Permintaan dan Penawaran
Net/ilustrasi

MUDANEWS.COM, Medan – Pada saat ini, harga emas dalam tekanan hebat. Harga emas pada hari ini saja dijual di kisaran $1.923 per ons troy. Padahal di awal pekan ini masih bertengger di kisaran $1.944. Dan dalam bulan ini saja, harga emas sudah terpuruk 7% lebih dari capaian tertingginya pada tanggal 7 agustus di level $2.075 per ons troy. Tekanan pada harga emas tersebut membuat masyarakat kembali mengingat kejadian sekitar 9 tahun silam.

“Dimana harga emas yang sempat mendekati $2.000 per ons troy di bulan agustus 2011, namun berbalik mengalami penurunan tajam dan sempat menyentuh titik nadirnya di bawah level $1.100 per ons troy setelah agustus 2015. Harga emas kala itu anjlok sekitar 45% dalam kurun waktu selama 4 tahun. Dan saat ini emas harganya menunjukan penurunan, yang membuat masyarakat kembali takut akan kemungkinan potensi penurunan yang sama,” imbuh Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin, Medan, Sumatera Utara, Rabu (25/8/2020).

Nah, masyarakat kerap selalu mempersepsikan bahwa harga emas yang turun akan membuat permintaan akan emas naik dan harganya bisa mengalami kenaikan. Padahal pembentukan harga emas tidak hanya disitu. Harga emas selalu berbanding terbalik dengan US Dolar selama ini. Pada saat pemerintah AS memberlakukan quantitative easing atau stimulus.

“Saat itu US dolar bergerak dalam tren negative dan emas dalam tren positif. Jadi sentiment penggerak utama selama ini adalah kebijakan moneter yang didominasi oleh kebijakan moneter pada mata uang US Dolar. Nah kemarin US Dolar terpukul seiring dengan buramnya prosfek ekonomi AS maupun global menggiring banyak negara masuk dalam jurang resesi,” ujarnya.

Sementara itu, harga emas domestic juga pergerakan harganya mengacu kepada harga emas dunia itu sendiri. Jadi permintaan dan penawaran memang masih menjadi pembentuk harga emas itu sendiri. Namun untuk harga emas lokal, itu pembentuknya paling besar dari harga emas dunia. Jadi kalau kita melihat tren belanja emas masyarakat belakangan ini.

“Pada dasarnya daya beli yang terpuruk tetap tidak membuat animo masyarakat untuk membeli emas membludak. Tetapi harga emas tetap naik sebelumnya. Dan sekalipun harga turun seperti sekarang, animo masyarakat juga belum membaik. Artinya harga emas naik atau turun ternyata tidak mengikuti perkembangan permintaan dan penawaran masyarakat,” jelas Gunawan Benjamin.