Sehari Jelang Lebaran, Masyarakat Padati Pasar

Sehari Jelang Lebaran, Masyarakat Padati Pasar
Sehari jelang Hari Raya Idul Fitri masyarakat padati pasar. (Net/Foto)

MUDANEWS.COM, Jakarta – Sehari menjelang hari raya Idulfitri 1441 Hijriah, warga mulai memadati pasar untuk membeli kebutuhan. Pemerintah tak melarang warga untuk berbelanja ke pasar selama mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Pantauan CNNIndonesia.com, Sabtu (23/5) pukul 06.20 WIB, di Pasar Kreo, Kota Tangerang, Banten, terlihat warga ramai berbelanja. Tidak ada petugas keamanan yang berjaga di lapangan.

Warga berdesak-desakan dan tidak menjaga jarak. Bahkan, ada pengunjung yang tak memakai masker.

Sejumlah lapak yang dipadati pembeli adalah pedagang daun ketupat, daging (sapi, ayam), dan bunga ziarah. Terlihat seorang pedagang yang membawa tiga kantong besar cangkang ketupat jadi diserbu warga, bahkan sebelum dia sempat memarkirkan motornya.

Warga berebut, tak lagi menanyakan harga, rata-rata masing-masing mengambil dua sampai ikat ketupat.

Sementara, Pasar Modern Intermoda di Cisauk, Tangerang terlihat lenggang Pasar terlihat sepi meski menjelang hari raya Idul Fitri 1441.

Pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, tempat parkir mobil dan motor terlihat sangat lenggang. Saat ditanya kepada penjaga parkir, rata-rata pemilik kendaraan tersebut adalah milik pegawai atau pemilik toko, bukan pengunjung.

Melalui pengeras suara, pengelola pasar juga berulang kali mengingatkan pengunjung dan pemilik toko untuk menjalankan berbagai protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, hingga melakukan jaga jarak (physical distancing).

“Kepada para pengunjung dan pegawai yang berada di lingkungan pasar Intermoda, diharapkan tetap memakai masker dan menjaga physical distancing,” kata pengumuman tersebut.

Pengelola pasar juga mengerahkan petugas keamanan untuk berjaga di setiap pintu utama. Petugas keamanan terlihat dilengkapi dengan masker, sarung tangan dan hand sanitizer. Namun, kebanyakan pengunjung tak memakai masker saat beraktivitas di pasar meski memang telah menerapkan physical distancing.

“Nanti siang baru agak ramai. Tapi tidak sampai membludak sehingga physical distancing bisa diterapkan,” ujar salah satu petugas keamanan.

Pasar Modern Intermoda di Cisauk, Tangerang terlihat lenggang pada Sabtu (23/5) pagi hari. Pasar terlihat sepi meski menjelang hari raya Idul Fitri 1441.Pasar Modern Intermoda di Cisauk, Tangerang terlihat lenggang pada Sabtu (23/5) pagi hari. Pasar terlihat sepi meski menjelang hari raya Idul Fitri 1441. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)

Sementara Kasatpol Satpol PP Jatinegara Sadikin memprediksi, sedikitnya tujuh pasar di Jatinegara, Jakarta Timur, berpotensi ramai satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, sehingga akan menjadi sasaran penertiban petugas gabungan dalam rangka pencegahan COVID-19, Sabtu.

“Kalau dari unsur Satpol PP Jatinegara saja personel ada 100 orang, itu ada di delapan kelurahan,” kata Sadikin.

Lokasi pasar tersebut berada di Pasar Ikan, Pasar Bali Mester, Terminal Kampung Melayu, Pasar Gembrong, Pasar Malam BKT, Pasar Jatinegara, Pasar Malam Pik Penggilingan.

Upaya penertiban terhadap keramaian masyarakat di tengah penerapan PSBB berupa sosialisasi bahaya penyakit hingga penggembosan ban kendaraan konsumen.

“Kita merujuk pada sanksi Pergub Nomor 41 Tahun 2020 tentang PSBB, ada saksi sosial dan denda juga,” katanya.

Sadikin mengatakan keramaian pengunjung dipicu prilaku hidup konsumtif usai momentum pencairan tunjangan hari raya.

“Sebenarnya kalau masyarakat tidak ke pasar, ini juga pasti sepi. Masyarakat kita kan juga konsumtif, jadi mungkin setelah mereka dapat uang, uang THR, bansos, itu mungkin mereka pada dibelanjakan,” katanya.

Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus corona (Covid-19) Achmad Yurianto sebelumnya menyatakan tidak ada larangan bagi masyarakat pergi ke pasar. Tapi, Yuri menegaskan warga harus tetap menaati rangkaian protokol kesehatan sesuai imbauan Pemerintah.

Yuri juga menyatakan pemerintah memaklumi tradisi masyarakat menjelang lebaran yang identik dengan anjangsana dan bermaaf-maafan dengan kerabat jauh-dekat. Namun ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih elok tetap berada di rumah demi membantu negara memutus rantai penularan Covid-19.

Sumber : CNNIndonesia.com