Defisit Transaksi Berjalan tanpa Pertumbuhan, Ini Sinyal Bahaya

Corona Beri Kekuatiran Panjang, IHSG dan Rupiah Terpuruk
Gunawan Benjamin

MUDANEWS.COM, Medan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diperdagangkan di teritori negatif dengan ditutup melemah 0.4%. Sentimen dari dalam negeri belum mampu menjadi penopang kinerja IHSG. Data neraca dagang nasional justru merealisasikan defisit sebesar $0.35 milyar. Data realisasi ekspor selama bulan april 2020 sebesar $12.19 milyar, sementara impornya $12.54 milyar.

Hal itu dikatakan Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin di Medan, Jumat (15/5/2020).

“Defisit yang terjadi ditengah pandemic corona ini tentunya menjadi kabar buruk. Kalau disaat pertumbuhan ekonomi tengah bagus-bagusnya, defisit menjadi salah satu indikator kuatnya arus barang modal yang masuk ke Indonesia. Atau disisi lain menggambarkan tingginya permintaan bahan baku yang nantinya akan menjadi bahan baku pembangkit pertumbuhan ekonomi,” ujar Benjamin.

Menurutnya, pada saat ini, pertumbuhan tengah terpuruk namun defisit justru terjadi. Kondisinya sangat mengkuatirkan seandainya di bulan mei defisitnya trus melebar. Pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi ditambah defisit yang naik bisa menjadi gambaran ekonomi yang tidak baik.

“Nantinya akan menjadi beban bagi pembangunan. Saya justru mengkuatirkan bahwa apa yang terjadi saat ini bukanlah kabar baik. Bukan kabar baik bagi siapapun. Kita hampir bisa dipastikan tidak bisa melihat dampak positif yang bisa diambil dari defisit tersebut. Karena tanpa dibarengi dengan laju pertumbuhan ekonomi yang baik. Dan justru kita harus berhati hati dengan kondisi itu,” jelas dia.

Sementara itu, kata Benjamin, pada perdagangan hari ini. Mata uang rupiah pada perdagangan hari ini menguat di level 14.860 per US Dolar. Kinerja Rupiah juga tidak merefleksikan kekuatiran dari CAD yang defisit. Tren penguatan Rupiah belakangan ini juga banyak ditopang dari arus dana masuk dari penerbitan obligasi yang membuat cadangan devisa membaik. Berita Medan, Fahmi