Tanggul di Desa Paluh Pakih, Minggu (1/12/2019).

MUDANEWS.COM, Langkat – Tanggul di desa paluh pakih babussalam, yang biasa digunakan oleh masyarakat unk jalan alternatif ke kecamatan wampu, Titi Benda rusak berat sepanjang 25 Meter, sehingga lewat jalan memutar waktunya sekitar 45 Menit.

Hal demikian dikatakan masyarakat (sumber), Minggu (1/12/2019).

“Gorong – Gorong yang di bangun oleh Kontraktor PTPN IV mangkrak sejak 2017 yang bisa membahayakan masyarakat Paluh Pakih karena hanya dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan dan langkah-langkat kongkrit,” kata sumber yang layak dipercaya.

Selain itu, permasalahan dimulai dari kasus limbah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV sawit langkat yang mencemari persawahan dan sungai. “Sehingga masyarakat menutup tanggul dan membanjiri lahan PTPN IV,” bebernya.

Sebelumnya, menurut masyarakat (sumber) desa paluh pakih babussalam kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat mengatakan akibat limbah itu, petani tidak bisa panen di tahun 2018 hasil padinya, disebabkan adanya limbah.

“Dengan adanya limbah ini, biasa masyarakat menggunakan air sumur sudah jernih lagi, tapi sekarang tidak jernih semacam berminyak. Akhirnya masyarakat menggunakan sumur bor,” keluhnya.

Sumber mengatakan, ikan sapu kaca pun sudah banyak, menandakan ekosistem sungai sehingga dikeluhkan para pemancing. Berita Langkat, red