Mobil Dinas 100 M, Pemerintah Aceh Tak Paham Fungsi Alokasi
Arwan Syahputra

MUDANEWS.COM, Lhokseumawe – Baru-baru ini Pemerintah Aceh anggarkan 100 M untuk pengadaan sebanyak 172 mobil dinas yang dibeli melalui APBA dan APBA-P 2019, tersebar di 33 SKPA.

Hal tersebut terungkapkan dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP (www.sirup.lkpp.go.id).

Hal itu disoroti oleh mahasiswa fakultas hukum unimal, menurutnya bahwa Pemerintah Aceh tak mampu efisiensi anggaran.

“Disini kita dinilai dalam penggunaan P-APBA 2019, harus ada efisiensi yakni skala prioritas, saya rasa untuk pengadaan mobil dinas 100 M, ini terlalu mubazir,” ungkap Arwan Syahputra, Departemen Advokasi dan Kajian Strategis BEM FH Unimal, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, dalam pemakaian Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2020 atau P-APBA 2019 dengan komposisi pendapatan Rp15,457 triliun dan belanja Rp17,279 triliun baiknya digunakan seusai dengan kondisi masyarakat Aceh pada masa kini.

“Yakni bisa direalisasikan di bidang infrastruktur, (jalan akses provinsi), pengadaan untuk RTLH (rumah tak layak huni) alokasi di bidang pendidikan, dan yang lainlah,” pungkasnya.

Bahkan menurutnya dalam APBA juga ada Fungsi alokasi yang diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan pemborosan sumberdaya, serta meningkatkan efisiensi, dan efektivitas perekonomian daerah.

“Jadi kalau untuk mobil dinas sebanyak 100 M, ini mubazir anggaran, jelas kita nilai Pemerintah Aceh disini durhaka pada rakyat,” bebernya.

“Durhaka dalam tak aspiratif, yang bahkan mengangkangi kondisi sosiologis masyarakat Aceh saat ini,” tegasnya.

Ia juga berharap agar DPRA memanggil Pemerintah Aceh dengan hak interpelasinya.

“DPRA punya Hak interpelasi yang bisa meminta pertanggungjawaban pada Pemerintah Aceh, kita harapkan agar segera memanggil pemerintah Aceh disini karena kita dinilai Pemerintah telah boros anggaran,” tandas Arwan Syahputra. Berita Aceh, tim