Pemkab Banyuasin, Pembangunan Dengan Investasi
Bupati Banyuasin H Askolani (kedua dari kiri) menyerahkan cenderamata kepada investor didampingi Wakil Ketua Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah RI Jerry Lumelle (kedua dari kanan)

MUDANEWS.COM, Banyuasin – Bupati Banyuasin H. Askolani mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah RI yang sudah hadir bersama investor. Bupati berharap, Kabupaten Banyuasin dilirik investor dari China dan Vietnam untuk menanamkan sahamnya.

“Kami berharap investor mau berinvestasi di Banyuasin. Apakah di bidang infrastruktur, kesehatan, pembangkit listrik, pariwisata, utilitas wilayah, air bersih, dan pengolahan sampah,” terang Askolani.

Banyuasin memiliki wilayah yang sangat luas. Potensi sumber daya alamnya juga melimpah. Bermodalkan kekayaan SDA inilah, Pemkab Banyuasin ingin mengembangkan daerahnya dengan cara mengundang investor dari luar.

Di hadapan investor dari China dan Vietnam, Bupati Banyuasin yang diwakili Kepala Bappeda Erwin Ibrahim, memaparkan kondisi umum, isu strategis dan potensi SDA yang ada di Kabupaten Banyuasin. Salah satunya yang dipaparkan adalah rencana pengembangan wilayah KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Kawasan ini menjadi pintu gerbang ekonomi jalur perdagangan Sumatera-Jawa, Bangka Belitung, Kalimantan dan negara-negara ASEAN sebagai kawasan terinitegrasi.

Diakui Bupati, Pemkab Banyuasin membutuhkan alokasi dana yang besar untuk mengelola dan mengembangkan potensi daerah. Apalagi APBD Banyuasin 40% dialokasikan untuk belanja pegawai. Dengan kondisi ini, pihaknya mesti mencari skema pembiayaan diluar APBD, termasuk mengundang investor untuk datang berinvestasi.

“Semoga setelah pertemuan ini, bisa ditindaklanjuti ke tahap lebih serius dengan melakukan MoU dengan kedua investor,” optimistis Askolani.

Dari hasil diskusi malam itu, disepakati ada 3 sektor yang menjadi prioritas investasi yang diperuntukkan di Banyuasin. Yakni air bersih (PDAM), pengolahan sampah, dan rumah sakit.

Selain ketiga bidang itu, sektor lainnya seperti pertanian, infrastruktur (jalan dan jembatan), pariwisata, pusat olahraga, pusat bisnis dan pelabuhan, juga berpotensi digarap investor.

Rencananya, bisnis plan investasi di Banyuasin segera dirancang oleh Bupati Askolani bersama jajarannya untuk menjadi data awal bagi investor.

“Untuk merealisasikan kerjasama ini, kami butuh disediakan sistem perencanaan yang matang, data yang akurat, serta perizinan yang lengkap. Pemkab Banyuasin kami harap memenuhinya,” sambung Mr. Jonny Leonardy, investor dari China.

Bahkan dalam waktu dekat, investor China dan Vietnam akan berkunjung ke Kabupaten Banyuasin untuk melihat wilayah dan kondisi lapangan di Banyuasin. Berita Banyuasin, red