PKH di Langkat, HMI : Dinas Sosial Harus Bertanggung Jawab
Rumah karyawan kebun terpasang spanduk PKH, Senin (28/10/2019).

MUDANEWS.COM, Langkat – Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program gagal bagi penduduk yang kurang mampu atau miskin, mengapa demikian? karena Pengawasan dari Dinas sosial, Koordinator Kabupeten (Korkab) untuk penerima PKH tidak tepat sasaran sehingga memang PKH ini saya anggap gagal karena tidak sesuai, lalu dimana letak kalimat Harapan dari kepanjangan PKH itu sendiri.

Hal demikian ditegaskan salah seorang aktifis mahasiswa Langkat Musa, Rabu (31/10/2019) di Stabat.

“Meminta untuk bapak bupati agar memperhatikan hal yang seperti ini, agar tidak adanya kecemburuan sosial terjadi antar penerima PKH yang seharus nya dengan penerima PKH yang seharusnya tidak layak menerimanya,” pungkas Musa.

PKH di Langkat, HMI : Dinas Sosial Harus Bertanggung Jawab
Ketua Umum HMI Cabang Langkat, Fahrizal SE

Terpisah, Ketua Umum HMI Cabang Langkat, Fahrizal membeberkan, seharusnya camat, pemerintahan desa, dan pendamping PKH harus bekerjasama dalam hal pendataan agar data-data yang diperoleh sesuai dengan realita. Dan sudah seharusnya pemerintah menetapkan adanya tim pengawas PKH, supaya petugas tak semena-mena.

Saat MUDANEWS.COM bertanya, bagaimana dengan dinas sosialnya. Apakah perlu dipanggil juga?

“Yaa tentunya kalau petugas seperti itu, Dinsos harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Fahrizal sedih melihat umat, ini harus menjadi perhatian pemerintah, dikarenakan yang mendapatkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini diharapkan agar meraih kemajuan, menciptakan perubahan.

“Bantuan PKH diberikan untuk mensejahterakan rakyat miskin, jadi kalau yang sudah kaya dikasi berarti ini namanya penyelewengan. Ini dicurigai, harus diproses itu petugasnya,” pungkas Ketum yang memimpin organisasi mahasiswa islam terbesar di Indonesia itu.

Sebelumnya, pantauan MUDANEWS.COM, beberapa rumah karyawan kebun di PT Bahruny AFD III KP BG di Desa Dogang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat terpasang spanduk PKH.

“Suaminya kerja di kebun ini dan kalau istrinya kerja di kebun sebelah,” kata salah seorang warga yang berada di rumah perkebunan itu, Senin (28/10/2019).

Padahal, Presiden Jokowi pernah berkunjung ke langkat untuk memberikan bantuan PKH masyarakat di gedung Serba Guna Langkat Berseri, Stabat, Kabupaten Langkat pada Tahun 2017 silam. Jokowi mengingatkan agar bantuan-bantuan yang digulirkan oleh pemerintah pusat benar-benar dimanfaatkan. Berita Langkat, red