Akun Facebook Agam Luar Biasa Mengabarkan Kondisi Pasca Banjir Aceh Tamiang

Breaking News
- Advertisement -

Mudanews.com, Aceh Tamiang – Media Sosial (Medsos) merupakan platform digital berbasis internet yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi, berkomunikasi, membuat, dan berbagi konten (teks, foto, video) secara interaktif dalam jaringan sosial virtual.

Namun tidak banyak pengguna media sosial seperti Facebook, Instagram, Titok yang peka untuk terus konsisten dalam mengabarkan kejadian (persitiwa), bencana maupun pasca bencana melanda sebuah daerah.

Di Media Sosial Facebook, ada akun bernama Agam begitu luar biasanya mengabarkan kondisi pasca banjir melanda Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam setiap kontennya, akun tersebut terus memposting video dan foto – foto pada sejumlah lokasi dampak pasca banjir yang hingga kini belum bersih dari genangan air dan lumpur, serta hancurnya rumah milik warga korban banjir di daerah tersebut.

Bahkan dalam video dan foto yang diposting, akun agam terus menyuarakan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, harus secepatnya memberikan bantuan untuk bisa mengarahkan sejumlah alat berat guna membersihkan tumpukan – tumpukan lumpur berjiun mengepung rumah warga, serta puisng – puing rumah yang rusak parah.

Selain itu, setiap konten video dan foto yang ia posting dalam mengabarkan kondisi tersebut, akun tersebut, juga terus memberikan saran maupun solusi agar Pemkab Aceh Tamiang bisa segera mengatasi (menangani) persoalan yang dirasakan oleh masyarakat pasca banjir bandang tersebut.

Tidak hanya itu, akun tersebut juga memberikan kritikan kepada Pemkab Aceh Tamiang, yang dianggapnya lamban dalam mengatasi (menangani) persoalan pasca banjir, karena masih banyak tumpukan lumpur yang hingga kini belum dibersihkan dipemukiman masyarakat.

Semoga dengan konsistennya akun facebook agam dalam menyarakan kondisi pasca banjir tersebut, pihak Pemkab Aceh Tamiang dan pihak – pihak lainnya bisa segera membantu penderitaan masyarakat yang rumahnya masih dikepung “pasukan” lumpur dan genangan air yang masih “betah” tinggal di pemukiman – pemukiman warga. (St).

 

 

Berita Terkini