Banjir di Aceh, Pasien Corona Ngungsi dari RS

Banjir di Aceh, Pasien Corona Ngungsi dari RS
Banjir di Banda Aceh. (Foto/detik)

MUDANEWS.COM, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur Banda Aceh menyebabkan terjadinya banjir di beberapa daerah dan Jalan. Salah satu yang terdampak banjir yaitu Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), Banda Aceh, Aceh.

Banjir ini menggenangi Ruang Outbreak Pinere di RSUZA, yang merupakan tempat pasien virus Corona diisolasi. Akibatnya, dua pasien positif COVID-19 dan 1 pasien dalam pengawasan (PDP) harus dievakuasi ke ruangan lain.

“Pasien dipindahkan ke ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) dan ruang thalassemia yang aman, tinggi, dan bebas banjir,” kata Direktur RSUZA dr Azharuddin saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (8/5/2020).

Hujan deras diketahui telah mengguyur Banda Aceh sejak Kamis (7/5). Azharuddin menuturkan ruang Outbreak Pinere merupakan tempat pasien Corona diisolasi selain di ruangan RICU.

“Ada tiga pasien di ruangan Pinere. Alhamdulillah sudah dipindahkan,” jelas Azharuddin.

Menurutnya, sejumlah area di RSUZA lama mengalami banjir kecuali ruangan RICU dan IGD lama. Namun Azharuddin memastikan semua pasien saat ini dalam kondisi aman.

“Pasien aman semuanya,” ungkapnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh menyiapkan hotel sebagai tempat isolasi PDP virus Corona. Hotel tersebut nantinya akan dipakai bila banjir yang terjadi di ruang Outbreak Pinere RSUZA semakin parah.

“Hotel tersebut akan digunakan bila kondisi ruang isolasi Pinere RSUZA semakin parah,” kata Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).

Nova menyebut telah meninjau ruang Pinere yang terendam banjir. Nova kemudian menghubungi Sekda Aceh Taqwallah dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif, meminta agar menyiapkan Hotel Jeumpa yang merupakan milik pemerintah sebagai tempat isolasi PDP.

“Saya juga meminta agar pihak rumah sakit memastikan pelayanan medis pasien COVID-19 tidak terganggu,” jelas Nova.

Tidak hanya itu, Nova juga meminta pihak RSUZA melakukan upaya-upaya agar air di lokasi dapat diminimalisasi. Salah satu caranya dengan dilakukan penyedotan air.

“Tolong segera sediakan pompa air untuk menyedot. Lakukan sesuatu agar kondisi tidak lebih parah,” ungkap Nova.

Sumber : detik.com