pertemuan tahunan pelaku industri jasa keuangan 2017
Laporan: Dhabit Barkah Siregar
MUDANews.com, Medan (Sumut) – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menargetkan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9% pada tahun 2017. Progresifitas pertumbuhan kredit itu, ia ungkapan saat berlangsungnya pertemuan tahunan pelaku industri jasa keuangan 2017 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) regional 5 Sumbagut, di Hotel Santika Dyandra Medan, Selasa (24/1).
“Kami yakin bahwa pertumbuhan kredit perbankan di Sumut selama tahun 2016 yang terealisasi sebesar 3,05% dapat lebih agresif lagi di tahun 2017 yang diharapkan dapat tercapai setidaknya 9%,” ujar Erry.
Progresifitas kredit perbankan itu, sangat dibutuhkan guna mendukung target pertumbuhan ekonomi Sumut, yang berkisar 5,2% hingga 5,6% di tahun 2017.
“Target ini tentunya harus didukung penuh oleh peran OJK dan industri jasa keuangan di Sumatera Utara,” katanya.
Tahun 2016 lalu, dinamika pemulihan ekonomi global dan nasional berlangsung begitu cepat. Serupa dengan Sumut, laju pertumbuhan ekonomi sampai dengan kumulatif Triwulan III tahun 2016 sebesar 5,15%. Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan nasional yang hanya sebesar 5,02%.
Selain itu, Erry mendukung agar Sumut segera memiliki program Jaring yaitu kredit pembiayaan di sektor maritim. Program itu dinilai dapat membantu peningkatan dan penguatan ekonomi Sumut, khususnya di kawasan Pantai Barat Sumut yang memiliki potensi perikanan cukup besar.
“Realisasi pembiayaan untuk mendukung program pemerintah di empat sektor yaitu infrastruktur, pangan dan energi, kemaritiman dan kesehatan merupakan langkah yang strategis,” kata Erry.
Sementara itu, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Lukdir Gultom menjelaskan, pertumbuhan kredit sebesar 3,05% di bawah angka nasional 8,54% dan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 8,19%, juga di bawah angka nasional sebesar 8,40%.
Juga, pada tahun 2016 angka Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan menyentuh 93,22%. Kredit dan pembiayaan di Sumut jika dibandingkan dengan angka nasional pada tahun 2016 yaitu sektor infrastruktur 6,79%, jika dibanding dengan nasional sebesar 8,51%. Sektor pangan & energi mencapai 23,82%, dibanding nasional 23,35%. Kemaritiman 3,88%, dibanding dengan nasional 9,23%. Dan sektor kesehatan 10,97%, dibanding dengan nasional 12,18%.
“Inisiatif strategi OJK tahun 2017 dibagi atas dua fokus yaitu upaya meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam pembangunan ekonomi nasional dan upaya untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan,” paparnya.
Karenanya, Lukdir memuji program kredit suku bunga rendah yang diluncurkan PT Bank Sumut pada tahun 2016. Dia mengimbau bank lainnya dapat mengikuti langkah Bank Sumut, sehingga dapat mendorong pertumbuhan kredit perbankan di Sumut.
Dalam acara itu, turut hadir Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Lukdir Gultom, Kepala BPKP Sumut Mulyana, Pimpinan BI Medan Arif Budi Santoso, Pimpinan Lembaga Jasa Keuangan di Wilayah Sumut dan pimpinanan Bank di Sumut. [jo]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here