Mahasiswa Pemerhati Kebijakan, Mendesak Kapolda Periksa dan Panggil
Mahasiswa Pemerhati Kebijakan, Mendesak Kapolda Periksa dan Panggil "Indra Alamsyah"
MUDANEWS.COM, Medan – Forum Mahasiswa Pemerhati Kebijakan Publik menyambangi Mapolda Sumatera Utara. Dalam tuntutannya yang di komandoi Firza Fadillah Siddiq sebagai ketua umum forum mahasiswa pemerhati kebijakan publik menyampaikan dugaan kuat telah terjadi pengopolosan LPG 3 Kg yang disinyalir me”libatkan Indra Alamsyah salah seorang anggota DPRD sumut.
Padahal Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 tentang penyediaan pendistribusian dan penetapan harga LPG tabung 3 Kg serta dikuatkan oleh Peraturan Menteri SDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang Elpiji bersubsidi 3 Kg diperuntukkan untuk Rumah tangga dan Usaha Mikro. Ini adalah bentuk upaya upaya pemerintah untuk membantu masyarakat dari jurang kemiskinan dan ketidakmampuan.
“Namun dalam kesempatan dan kesempitan masih ada saja oknum oknum yang tidak bertanggungjawab mengambil untung untuk kepentingan pribadi dan kelompok yang diduga kuat melakukan pengoplosan LPG tabung 3 Kg,” sebut Firza.
Perbuatan seperti ini adalah contoh bahwa oknum tersebut tidak mendukung program pemerintah dan tidak mempunyai rasa syukur, oknum dalam pengoplosan ini disinyalir dan diduga kuat melibatkan Anggota DPRD Sumut dari Partai Golkar yang berinisial “IA”,” tandas Firza kembali.
“Tidak sampai disitu dunia sosial digemparkan oleh video salah kader Golkar di akun Facebooknya yang mengunggah Video LPG yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin. Ini tentunya sebuah persoalan, bahwa Pengopolosan LPG tabung 3 Kg telah Viral di jagat sosial,”  sampai Firza .
Maka dari itu kami berharap Bapak Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH sebagai Kapolda Sumatera Utara yang dalam satu tahun ini telah berhasil mengungkap kasus besar di Sumatera Utara, harapan kami kembali mengungkap kasus yang diduga mengambil hak para masyarakat kurang mampu dengan melakukan Pengopolosan LPG tabung 3 Kg.
Maklumat kapolda no. Mak/02/Vlll/2018 Tentang Pencegahan dan pemberantasan aksi premanisme adalah sautu harapan bagi masyarakat Sumatera Utara agar tindakan seperti pengoplosan LPG tersebut dapat di tindak sebagaimana mestinya.

Mahasiswa Pemerhati Kebijakan, Mendesak Kapolda Periksa dan Panggil "Indra Alamsyah"
Kertas karton bertuliskan kecaman yang dibawa aksi
Adapun Unsure Masalah:
• Harga Pembelian Lpg 3 Kg sekitar Rp 18.000/tabung kemudian di oplos ke tabung lpg 12 Kg dan harga penjualannya sekitar Rp 120.000
• Untuk mengisi Tabung LPG 12 kg diperlukan 4 buah tabung Lpg 3 Kg
• Berarti Rp 18.000 X 4 Tabung LPG 3 Kg = Rp 72.000, Sementara Harga LPG 12 Kg yang di Oplos senilai Rp 120.000
• Dalam artian Keuntungan yang diraup oleh oknum mafia LPG tersebut mencapai Rp 48.000/Tabung Lpg 12 Kg
• /Hari diduga kuat dapat mengoplos sebanyak 560 tabung 12 Kg dan di perkirakan keuntungan oknum mafia tersebut /hari adalah Rp 26.880.000
• Kuat dugaan “Pemain balik Layar” Pengopolosan Tabung Lpg subsidi tersebut anggota DPRD Sumut dari fraksi Golkar yaitu Sdr Indra Alamsyah
Maka dari itu , kami yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pemerhati Kebijakan Publik Sumatera Utara Insa Allah akan mengadakan kegiatan unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi, membuka mata telinga masyarakat dan meminta Kapolda Sumatera Utara memutus rantai kejahatan di Sumatera utara.
Meminta kepada Kapolda Sumatera Utara mengungkap dan memeriksa atas nama Indra Alamsyah anggota DPRD Sumut fraksi golkar yang diduga kuat “Pemikir Utama” dalam aksi Pengopolosan LPG tabung 3 Kg. Meminta pada Polda Sumatera Utara turun melakukan penggeledahan dugaan pengoplosan LPG di jalan Lizardi Putra Medan. Bidik dan periksa tempat pengoplosan LPG tabung 3 Kg tersebut (terlampir dokumentasi). Tindakan Indra Alamsyah tersebut diduga kuat telah melanggar peraturan presiden dan peraturan menteri SDM tentang seputar LPG dan harganya serta ditujukan untuk siapa. Satu Tahun kepemimpinan Bapak Kapolda Sumatera Utara kami harap kasus ini juga dapat di ungkap dan dituntaskan.
“Maka Minggu depan kami akan kembali menggelar aksi unjuk rasa ini sebagai bentuk kekecewaan kami pada oknum yang telah mengoplos LPG 3 Kg tersebut,” tutup Firza. Berita Medan, Ilham