Pilkada Simalungun, Shohibul Anshor: Intinya Perjuangkan Kemaslahatan Umat
Ketiga Narasumber dan modelator. sumber foto: facebook Tgb Sabban ElRahmaniy Rajagukguk.

MUDANEWS.COM, Simalungun – FORUM Alumni HMI-Wati Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (FORHATI-KAHMI), menggelar Diskusi Publik bertajuk “Menakar Potensi Umat Islam Menyongsong Pilkada Simalungun Tahun 2020”.

Sementara dalam sesi diskusi yang dipandu moderator Rasyidin Harahap, dengan pembicara atau panelis, Tuan Guru Batak (TGB) Syeikh Dr H Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk MA, Dr Shohibul Ansor Siregar, Ketua MUI Simalungun H Abdul Halim Lubis LC SHI MM dan Dr H Muhammad Husni Ritonga MA.

TGB Syeikh Dr Ahmad Sabban Rajagukguk, dalam paparannya menegaskan bahwa peta politik Islam di Siantar Simalungun sudah mulai kabur. Alasannya, Tuhan sudah sayang sama Kabupaten Simalungun.

“Pemilu pertama telah diberikan sesuai dengan harapan. Tetapi, kita tidak mampu merawat itu karena kesalahan pemimpin dan masyarakatnya,” imbuhnya.

Ahmad Sabban menyikapinya persoalan tersebut, pertama, keberagamaan sering sporadis. Artinya, tiba tiba alim dikala musim politik. Maka, keberagamaan yang sporadis itu harus dijawab dengan menjadikan agama Islam sebagai bagian dari cara berpikir politik jangka panjang.

“Jadi kunci sebenarnya, segala potensi yang ada harus benar-benar turun ke bawah. Bertemu dengan umat supaya benar-benar diterima oleh seluruh umat,” pungkas Sabban.

Sedangkan dari akademisi Universitas Islam Negeri Dr M Husni Ritonga MA mengatakan, menakar potensi umat Islam, maka ada dua yang harus ditakar yaitu, potensi Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam.

“Berapa banyak kekuatan SDM umat Islam di Simalungun. Sehingga, kita bisa menakar kekuatan itu. Maka secara kuantitas potensi umat Islam, bisa berkembang,” katanya.

Sementara, Dr Shohibul Anshor Siregar pada paparannya, segala potensi yang ada dalam umat Islam, harus benar-benar memperjuangkan kemaslahatan umat. Itu perlu, karena pada prinsipnya, Umat Islam memiliki potensi bersama-sama masuk dalam instrument pemerintahan.

“Tapi ingat. Intinya tetap bisa meraih dan memperjuangankan kemaslahatan umat,” pungkasnya. Berita Simalungun, Efendi