Oknum Polsek Percut Sei Tuan, Pelapor Dugaan Penggunaan Narkoba Malah Diintimidasi
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM, Medan – Sangat disayangkan aksi tidak simpatik 2 oknum di Polsek Percut Sei Tuan, J Tobing dan Julheri Affan, yang melakukan intimidasi serta pengancaman terhadap terhadap pelapor Edy saat warga Jalan Letda Sujono Gg. Pelita ini, melaporkan dugaan penggunaan narkoba oleh Yusuf, warga Jalan Letda Sujono Gg. Sunda, Kamis dinihari (01/8/2019).

Menurut warga Letda Sujono Gg. Pelita, selama ini mereka resah karena sering kehilangan barang-barang peralatan rumah tangga. Bahkan bahan-bahan masakan untuk masakan, seperti bawang, cabai, dan barang kecil lainnya tak luput dari aksi maling yang sedikit usil itu.

Warga menaruh kecurigaan kepada seorang diantara mereka yang belakangan diketahui gemar mengkonsumsi narkoba, dan akhirnya warga mengintai bila remaja tadi menggunakan narkoba. Akhirnya saat yang ditunggupun tiba. Rabu malam, (31/7/2019), Yus terlihat sedang asyik dengan salah seorang temannya dan diduga tengah menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. Wargapun lantas mencoba menghubungi aparat Polsek Percut Sei Tuan, agar pelaku dapat segera diamankan. Namun hingga tengah malam, belum terlihat ada seorangpun petugas yang muncul.

Takut Yus dan temannya yang diintai kabur, wargapun lantas mengamankan kedua orang tersebut, dan berhasil ditemukan sebuah bong plastik dan pirex dari tangan Yus dan temannya tersebut. Sayangnya saat akan digiring ke Polsek Percut Sei Tuan, teman Yus berhasil melarikan diri dari kepungan warga. Yus pun digiring beramai-ramai oleh puluhan emak-emak yang geram karena selama ini bahan belanjaan untuk masakannya dirumah hilang.

Yuspun dihadapkan kehadapan Juper Manulang, untuk mempertanggungjawabkan dugaan penggunaan narkoba. Karena Emak-emak ini ternyata tidak mahir berkomunikasi dengan juru periksa. Maka dipanggillah seorang warga lainnya, Edy untuk dimintai keterangannya kepada Juru Periksa.

Saat sedang dimintai keterangannya oleh Juper Manulang tadilah, tiba-tiba Oknum Julheri Affan memasuki ruang pemeriksaan, dan memaki-maki Edy. Seraya melontarkan perkataan tidak pantas, “Kau khan tahu dia keluargaku (Yus, terduga pengguna narkoba, red). Mulai saat ini perang kita,” ujar oknum tersebut kepada Edy.

Tak cukup sampai disitu, salah satu oknum lain yang tidak diketahui hubungannya dengan perkara itu, yakni J Tobing, malah ikut menghardik Edy juga dengan perkataan tidak pantas “Kami pukuli kau nanti disini”.

Kapolsek Percut Sei Tuan yang dikonfirmasi wartawan, Kamis Sore (1/8/2019), membenarkan adanya insiden tersebut. Dimana seorang pelapor pengguna narkoba, ribut dengan dua anggotanya yakni Julhery Affan dan J Tobing.

“Memang ada insiden itu, tapi sudah saya perintahkan Perwira Pengawas untuk mencari detil kronologisnya. Nanti jika ada informasi selanjutnya dari Pengawas akan kita informasikan. Saya belum ada komunikasi dengan Pawas, dari pagi sudah ikut sidang,” ujar Kapolsek Percut Sei Tuan Subroto.

POLRI Wartch sesalkan peristiwa tersebut, Sekretaris POLRI Watch Drs MA Siddik Surbakti menyayangkan adanya insiden pelapor dugaan penggunaan narkoba malah diintimidasi oleh oknum Polisi. Padahal sebut, seharusnya pelapor diapresasi karena melaporkan pengguna narkoba, yang saat ini sudah menjadi musuh bersama elemen bangsa,” ucap Siddik.

“Perlu diusut apa keberatan oknum-onum Polri itu, jangan-jangan mereka punya kaitan dan mata rantai dengan penggunaan narkoba itu. Perlu ada tindakan tegas dari atasan langsung keduanya, dan jika perlu ditelusuri lebih dalam motif mereka menggintimidasi pelapor dugaan pengguna narkoba itu,” tegas Siddik Surbakti.

Siddik juga menyayangkan arogansi 2 oknum Polsek Percut Sei Tuan yang kesannya malah menantang kebijakan atasannya, Kapoldasu Irjen Pol Agus Andhrianto yang tengah gencar-gencarnya mensosialisasikan POLRI sebagai lembaga yang Promoter, yakni Profesional, Modern dan Terpercaya.

“Saya kira janganlah sampai terulang kembali kejadian seperti itu, jangan gara-gara 2 oknum yang arogan. Seluruh anggota kepolisian di Sumatra Utara ini jadi terkena citra jelek,” tutup MA Siddik Surbakti. Berita Medan, Nur