Puisi Kutitipkan Pada Embun
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM

Embun pagi…
Kutitipkan dukaku padamu
Persembahkan kepada sang surya
Agar lebur terbawa sengatan cahayanya.

Aku takkan lupa
Dengan rasa yang ditinggalkannya.
Bagaikan air yang mendidih.
Bergejolak darah di seluruh tubuhku.

Karakter diri yang termahzub.
Indahnya lembaran sutra yang membungkus.
Lisan yang manis membentuk segala privasi.
Roboh oleh tendangan kaki sendiri.

Belum ada hak atas diri.
Hanya berusaha mendekatkan dua hati.
Akan dibuka pengikat ini
Karena telah bertempat pada yang lain.

Waktu masih panjang
Tapi tujuan tak mungkin di gapai.
Tak perlu korbankan diri
Hingga harus terhempas berulang kali.

Karya: Wahidah

Langkat, Juli 2019