Massa LINKKAR
Pihak Kejari Labusel menerima massa aksi

MUDANEWS.COM, Labuhan Batu Selatan – Lintas Kajian Kaum Gerakan (LINKKAR) Sumatera Utara, Rabu (03/7/2019) meminta Gubsu melalui tim pansel asesmen eselon II segera mengeliminasi Zulkifli sebagai Sekda Kabupaten Labusel. Karena yang bersangkutan diduga terindikasi mengkorupsikan banyak uang negara. Dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan perlengkapan rumah jabatan senilai, Rp. 918.345.000,- Tahun 2018.

Hal itu dikatakan koordinator aksi Iman Setia Harahap bersama koordinator lapangan Roma Ingin Hasibuan dalam orasinya.

ImamĀ  Setia mengungkapkan, beberapa kasus tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan Sekda Labusel Zulkifli antara lain, Terkait pemeliharaan rutin berkala gedung kantor dengan nilai anggaran, Rp 570.324.000,- Dugaan tindak pidana korupsi pada penyelenggaraan safari ramadan sebesar Rp 350.185.000,- Dan juga dugaan tindak pidana korupsi pengadaan perlengkapan rumah jabatan,sebesar Rp 137.113.000,- Tahun 2018.

“Massa LINKKAR sumut juga mendesak Kejari Labusel segera memanggil dan memeriksa Sekda Kabuapaten Labusel Zulkifli atas dugaan keterlibatan pada tindak pidana korupsi anggaran sewa gedung kantor senilai Rp 100.000.000,- Kemudian Zulkifli juga diduga menyelewengkan dana publikasi sebesar Rp 2.590.516.000,- tahun 2018.
Dan massa LlNKKAR juga mendesak Sekda Kabupaten Labusel Zulkifli segera mengundurkan diri,” katanya.

Usai menyampaikan orasinya, kemudian massa diterima kasi intel Kejari Labusel, Jimmi Donovan SH didampingi kasi pidum Simon Morrys SH MH, Kasi Pidsus Bangun, Kasi BB Arga Johannes P Hutagalung SH Dan sejumlah jaksa fungsional.

Jimmi Donovan menyampaikan permintaan maaf kejari Labusel, Joko Wibisono tidak dapat menemui dan menerima aspirasi Massa LINKKAR.

“Berharap supaya apa yang disampaikan dalam aspirasi dan tuntutan mereka bisa segera ditindak lanjuti KEJARI, karena realiasasi dari proses tuntutan mereka adalah upaya hukum bukan hanya tanggapan semata,” beber massa aksi. Berita labuhan Batu Selatan, Denni Pardosi