PPDB Online Sumut 2019
Karena hingga tengah hari tidak ada informasi pengumuman dari panitia PPDB Sumut, sebuah sekolah di Jl. STM Medan menempelkan informasi agar calon siswa kembali lagi sore harinya untuk melihat daftar pengumuman kelulusan. (M. Fahmi)

MUDANEWS.COM, Medan – Ratusan ribu peserta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Sumatra Utara kecewa. Karena hingga Sabtu siang (29/6/2019), belum memperoleh informasi tentang kelulusan di Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan Atas yang mereka minati sebagai tempat untuk memba ilmu.

Bahkan beberapa diantara mereka yang rela hadir di sekolah-sekolah negeri yang ada sejak Pukul 08.00 pagi, tak dapat berbuat banyak. Saat diminta oleh pihak sekolah untuk kembali lagi sore harinya.

“Nanti saja kembali Pukul 15.00 WIB, kalau ingin melihat pengumuman kelulusan,” ujar seorang guru SMAN yang ada dikawasan Ayahanda-Darussalam Medan. Para siswa yang datang sendiri, dan ada juga yang bergerombol itupun seperti menyimpan kekecewaan dan kekesalan karena tidak dapat segera mengetahui kepastian kelulusannya.

“Nanti sore ya Pak,” ujar beberapa gadis belia kepada seorang staf pengajar yang ada disekolah yang disebut sebagai salahsatu sekolah favorit di Kota Medan itu, seraya perlahan berlalu meninggalkan halaman gerbang sekolah.

Satu Sekolah Menengah Negeri yang ada di Jalan STM Medan, rupanya sudah lebih dahulu membuat antisipasi, dengan menempelkan informasi pengumuman bahwa pengumuman kelulusan sekitar Sabtu sore Pukul 15,00 WIB.

“Paling tidak mereka tidak bergerombol di sekolah dan kembali lagi sore nanti,” ujar seorang guru senior di SMKN tersebut.

Kejadian tidak bisa dibukannya website PPDB online menjelang detik-detik pengumuman kelulusan ternyata tidak terjadi hanya pada tahun 2019 ini saja. Pada tahun sebelumnya yakni 2018, kondisi serupa juga terjadi. Bahkan lebih jauh lagi di tahun 2017 malah hingga sampai menjadi isu nasional karena ketidakbecusan penyelenggara menyebabkan banyak anak-anak calon siswa baru menjadi korban.

Beberapa warga kepada wartawan menyesalkan, kembali berulangnya penyakit kronis yang ada di Dinas Pendidikan Sumatra Utara itu.

“Saat orang mau tahu pengumuman kelulusan, website mereka tak bisa dibuka. Padahal pemerintah provinsi sampai membeli server yang paling mahal seharga Rp. 1,5 miliar tahun 2018 lalu,” papar M Fahmi dari Aliansi Masyarakat Pemerhati dan Peduli Sumatra Utara (AMPPSU).

Warga lainnya M Azhar yang tengah terkantuk-kantuk menunggu pengumuman kelulusan siswa baru di SMA negeri dikawasan Mariendal mengatakan, sebenarnya bahaya laten yang tengah dihadapi pejabat Disdik Sumut adalah sikap mereka yang tidak siap menjalankan website PPDB secara maksimal. Hingga tetap berupaya memainkan agar PPDB “bergaya” Online, terlihat seperti memang benar-benar PPDB Online.

“Suasana PPDB ini pasti akan terus berlanjut seperti ini hingga puluhan tahun lagi kedepannya, bila pejabat Disdik Sumut tidak direformasi, serta diganti dengan mereka yang benar-benar bersedia melayani masyarakat Sumatera Utara,” papar Azhar.

Beberapa staf Dinas Pendidikan Sumatra Utara yang coba ditanyai wartawan masalah pengumuman PPDB mencoba menghindar dan mengatakan, masalah pengumuman adalah tanggungjawab sekolah.

“Lihat saja pengumumannya disekolah bang,” ujar seorang petugas operator di Disdik Sumut Jalan Teuku Cik Ditiro Medan, sambil buru-buru menjauh menghindari wartawan, Sabtu, (29/6). Berita Medan, alf