Usai Pemilu
Syahnan Afriansyah

MUDANEWS.COM, Batubara – Hajatan pilpres yang telah usai harusnya menjadi sebuah warna batu untuk bangsa indonesia, perbedaan pilihan dan pendapat pra pilpres haruslah diakhiri karena itu merupakan warna pesta demokrasi rakyat indonesia lima tahunan, dan sudah semesti pemilu 2019 kita sambut dengan suka cita.

Hal itu dikatakan ketua Koordinator Pusat Aliansi Pemantau Independen Sumut, Syahnan Afriansyah, Senin (13/5/2019).

Namun, disayangkan ada beberapa hal yang membuat kita miris melihat kondisi bangsa ini salah satunya propaganda people power yang meresahkan masyarakat indonesia. “Merupakan tindakan yang dapat memecah belah bangsa serta gerakan tersebut merupakan hal yang dapat mempengaruhi masyarakat untuk tidak percaya terhadap penyelenggara pemilu, pemerintah dan institusi yang ikut turut mensukseskan pemilu 2019 ini,” ucap Syahnan Afriansyah.

Wakil Presiden Mahasiswa disalahsatu universitas negeri di sumatera utara menyayangkan, adanya oknum-oknum yang masih memprovokasi masyarakat dengan isu tersebut dengan membangun opini yang menyesatkan. Syahnan melihat gerakan tersebut bukanlah bagian identitas bangsa indonesia karena tindakan tersebut merupakan tindakan yang semakin membuat bangsa ini terpecah pasca pilpres 2019. Dan yang teranyar hasil dari doktrinisasi dari gerakan tersebut menciptakan oknum yang berani meneriakkan akan memenggal leher presiden joko widodo, itu merupakan penistaan terhadap lambang negara dan semakin membangun upaya untuk makar.

“Apresiasi kinerja kepolisian republik indonesia yang cepat mengusut tindakan tersebut, karena syahnan juga menilai tindakan tersebut dikhawatirkan bakal menimbulkan tindakan-tindakan yang lain yang lebih mengancam kedaulatan bangsa indonesia,” tutup syahnan saat dikonfirmasi di kantornya. Berita Batubara, Alvian