HMI Gelar Dialog Publik
Ketum Badko HMI Sumut, M. Alwi Hasbi Silalahi dengan narasumber

MUDANEWS.COM, Medan – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara Periode 2018-2020 (Badko HMI Sumut) menggelar Dialog Publik bertajuk Millenial Bicara Infrastruktur di Ball Room Grand Mercure Hotel Medan, Jalan Sutomo, No. 1, Medan Sumatera Utara pada Senin (08/04/2019).

Dialog Publik yang dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di kota Medan dan perwakilan organisasi Mahasiswa se Sumut itu menghadirkan narasumber diantaranya, Meutya Hafid Anggota DPR RI, M. Eriansyah SVP Corporate Secretary Pelindo I, Kompol Rosyid, SH SIK MH Kapolsek Medan Labuhan, Rudi Rinaldi SSos selaku Sekretaris Dispora Sumut dan M. Alwi Hasbi Silalahi Ketua Umum Badko HMI Sumut.

Ketua Umum Badko HMI Sumut Muhammad Alwi Hasbi Silalahi mengatakan Dialog Publik bertajuk Millenial Bicara Infrastruktur digelar agar kaum millenial terkhusus mahasiswa lebih melek mengenai pembangunan infrastruktur dan mengerti efek dan dampaknya kepada masyarakat.

Meutya Hafid dalam penjelasannya mengatakan dampak pembangunan Infrastruktur dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya pertumbuhan ekonomi sendiri juga dapat menjadi tekanan bagi infrastruktur. Pertumbuhan ekonomi yang positif akan mendorong peningkatan kebutuhan akan berbagai infrastruktur. Perannya sebagai penggerak di sektor perekonomian akan mampu menjadi pendorong berkembangnya sektor-sektor terkait sebagai multiplier dan pada akhirnya akan menciptakan lapangan usaha baru dan memberikan output hasil produksi sebagai input untuk konsumsi.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid dalam pemaparannya mengatakan bahwa sinergitas pihak keamanan, mahasiswa dan pembangunan infrastruktur sangat diperlukan, sebab ia berpendapat bahwa keamanan dan control dari pihak mahasiswa itu juga menjadi salah satu faktor yang mendorong kelancaran pembangunan infrastruktur yang berefek pada pertumbuhan ekonomi rakyat.

Rudi Rinaldi Sekretaris Dispora Sumut menjelaskan peran dan fungsi pemuda terhadap pembangunan bangsa, ia mengatakan bahwa jayanya suatu negara tergantung kepada pemimpin dan peran pemudanya. Mustahil sekali kejayaan, kemegahan dan kemakmuran dicapai apabila peran pemuda tidak bisa memberikan nilai kontribusi kepada negaranya. Kontribusi dimaksud adalah sejauh mana kualitas moral dan intelektual generasi muda disumbangkan kepada eksistensi negaranya.

Menurutnya, generasi muda merupakan harapan untuk menggantikan mereka yang sudah tua. Sudah sepantasnya generasi muda harus siap melanjutkan bahkan mengembangkan apa yang sudah dilakukan oleh orang sebelumnya. Hal ini akan terus berjalan sesuai dengan perkembangan zaman dan menjadi pengaruh besar dalam perkembangan sebuah bangsa dan negara ke depan. Berita Medan, MN