Menyongsong Kontestasi Pilkada Palas 2018
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM – Di bulan Juni 2018 nanti di berbagai daerah Provinsi, Kabupatan dan Kota yang ada di Indonesia ini (seperti di Kabupaten Padang Lawas-Sumatera Utara), masyarakat kita akan melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung, umum, bebas dan rahasia. Atmosfer Pilkada di Padang Lawas (Palas) sudah mulai dihirup dan dirasakan oleh masyarakat Palas.

Atmosfer tersebut ditandai dengan banyaknya kita dengar perbincangan di kedai kopi, di perkumpulan bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda-pemuda Palas dan masyarakat Palas pada umumnya.

Berbicara demokrasi tentu kita tidak bisa mengesampingkan pemuda dan atau mahasiswa karena mahasiswa berfungsi sebagai Agent Of Change (agen perubahan), Agent control of Sosial (agen kontrol masyarakat). Mahasiswa sebagai penerus peminpin tampuk kepeminpinan bangsa sebagi individu yang menyuarakan hak-hak rakyat tentunya menjadi harapan bagi rakyat sebagai kaum pembaharu, seperti sebuah ungkapan “Generasi muda dilahirkan untuk memberantas generasi tua yang mengacau”.

Generasi muda dilahirkan untuk melanjutkan para generasi tua, sehingga pemuda dan juga mahasiswa sering disebut sebagai iron stock. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab yang besar bagi pemuda-pemuda.

Masyarakat Padang Lawas (Palas) sangat menjaga ajaran Agama, Adat Istiadat dan kearifan local. Hal itu dapat kita lihat dari kebiasaan masyarakat Palas yang taat terhadap ajaran agama dan menjaga nilai-nilai kebudayaan yang ada di Kabupaten Padang Lawas. Hal demikian merupakan cerminan masyarakat yang religius dan taat terhadap aturan atau norma yang berlaku.

Terkait masalah memilih pemimpin (Kepala Daerah Palas), kita ketahui bersama bahwa sebaik-baiknya peminpin, bahkan dunia pun, mengakui kepeminpinan Nabi Muhammad Saw. karena kepeminpinan beliau adalah cerminan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist, sehingga menjadi panutan, suri tauladan dan harus di tauladani oleh semua umat Muslim. Manusia diberi potensi akal dan hati untuk memelihara amanah kepemimpinan tersebut dengan kemamapuan konsepsional atau memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Karena peminpin itu harus religius agar menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengahadapi suatu masalah, tidak reaktif tapi proaktif, tidak mudah terusulut oleh suatu isu, serta dapat menjadi uswah (contoh) dan suri teladan bagi masyarakat.

Peminpin yang religius, professional teruji untuk memimpin Padang Lawas demi tercapainya Padang Lawas yang religius, solid, sejahtera, bermartabat dan berkeadilan sesuai dengan Pancasila sebagai ideologi kita bersama di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini.

Kalau kita ingat kembali, pada Juli 2007 Padang Lawas mekar dari kabupaten Tapanuli Selatan, di masa itu daerah Padang Lawas yang cukup tertinggal, sesudah Kabupaten Padang Lawas resmi sejak Juli 2017, kini telah mencapai pembangunan yang begitu signifikan, hal ini terlihat dari pembangunan infrastruktur, pembangunan dalam dunia pendidikan, ekonomi, social dan kearifal lokal di kabupaten Padang Lawas. Sejak di mekarkannya dari kabupaten Tapanuli Selatan sudah bisa kita saksikan bersama kemajuan pembangunan dari tahun ke tahun terus meningkat baik dibidang infrastruktur, dunia pendidikan, ekonomi, sosial & kearifan lokal sehingga memberikan banyak mamfaat positif bagi masyarakat yang sudah bisa kita nikmati bersama.

Kita ketahui bersama membangun itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, untuk pembangunan yang lebih signifikan sebaiknya harus di support oleh seluruh elemen masyarakat. Jangan mencari kesalahan, kita harus bahu membahu untuk kemajuan Palas kedepan.

Para peminpin Palas sekarang sudah memberikan kontribusi terbaik untuk masyarakat Palas. Para peminpin yang profesional, peminpin yang religius bagi masyarakat sangat dibutuhkan sehingga kedepannya semakin mudah untuk meneruskan atau melanjutkan pembangunan yang sudah di rintis, di dasari sejak beberapa tahun yang lalu demi tercapainya cita-cita masyarakat Padang Lawas.

Yang tidak kalah pentingnya, pembangunan di bidang Sumber Daya Manusianya dalam hal ini di dunia pendidikan juga sangat meningkat dan harus ditingkatkan. Pendidikan adalah sebagai variabel yang menentukan kualitas Sumber Daya Manusia Padang Lawas, Bukti keseriusan para peminpin sudah sesuai dengan apa yang di amanatkan oleh Konstitusi Indonesia yang tertuang pada pasal 31 ayat 4 UUD 1945 Amandemen ke 4 mengamanatkan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari belanja negara yang sudah dialokasikan.

Semakin mudahnya memperoleh pendidikan bagi pemuda/i dengan dibukanya Institut pertanian Bogor (IPB) di Padang Lawas ini sudah pasti memberikan spirit tersendiri bagi kita khususnya di kalangan pemuda/aktivis dan seluruh masyarakat Palas dengan mudahnya memperoleh pendidikan akan melahirkan SDM (Sumber Daya Manusia) Palas yang berkualitas sehingga sudah tentu beberapa tahun kedepan kita mampu bersaing di level nasional bahkan internasional.

Dalam rangka Pemilukada nanti, berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (online), Padang Lawas terdiri dari 12 Kecamatan, 304 Desa akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah, Sebagai warga negara yang taat akan norma/aturan harus menggunakan hak suaranya sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi berbangsa & negara demi terpilihnya peminpin yang menjaga kultur agama, adat istiadat & kearifan lokal di Kabupaten Palas yang kita cintai ini. Sudah saatnya dibentuk kesadaran individu dalam kehidupan berpolitik di lingkungan kabupaten Padang Lawas sebagai sikap legowo & saling menguatkan satu sama lain demi mencapai tujuan bersama (kemaslahatan umat), bukannya saling serang, sakiti & hina.

Hal ini merupakan tantangan bagi kaum muda terutama para mahasiswa/pemuda serta para aktifis untuk menjaga kecerdasan intelektualnya terutama dalam ucapan-ucapan, statement/pernyataan yang tidak pantas di katakan oleh seorang intelektual ataupun dari masing-masing tim yang akan menggelar kontestasi Pilkada 2018 nantinya. Opini Padang Lawas, Ofryananda M.Y. Siregar

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Hukum UISU, Pernah Menjadi Pengurus HMI Komisariat UISU Cabang Medan. ketua Umum Ikatan Mahasiswa Kecamatan Sosopan Padang Lawas dan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Sumatera Tenggara (Tapanuli Bagian Selatan).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here