PPDB 2017
Ilustrasi

MUDANEWS.COM, Medan – Dinas Pendidikan Sumatera Utara berjanji akan mengusut kasus dugaan anak seorang Kapolsek yang menggunakan surat miskin agar lolos dari seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Medan lewat jalur non akademik Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP).

Selain itu, Disdik juga akan mengusut anak pengusaha yang juga masuk menggunakan surat keterangan miskin. Jalur RMP sendiri adalah jalur khusus bagi anak-anak yang berasal dari keluarga yang tergolong pra sejahtera.

“Hari Senin akan dirapatkan dengan dipimpin langsung pak kadis,” kata Kasubbag Program Dinas Pendidikan Sumut Elisabet Simanjuntak, Jumat (11/8/2018).

Dia menyebutkan, para siswa itu bisa masuk lantaran melengkapi syarat yang diminta, seperti surat keterangan miskin dari Dinas Sosial.

“Kalau kami yang menerapkan sistem, sepanjang syaratnya terpenuhi maka otomatis akan lolos. Apalagi, kami tidak ada kewenangan menyelidiki apakah ini benar miskin atau tidak, sebab kita tentu percaya rekomendasi dari Dinas Sosial,” ujarnya.

Kasus masuknya anak Kapolsek dan Pengusaha bermobil Jeep Wrangler itu sudah menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat. Karena mereka dianggap tidak pantas ikut dalan jalur itu.

Data yang diperoleh menyebutkan dua siswa tersebut yakni anak dari Kapolsek Galang, AKP Marhalam Napitupulu dan anak dari pengusaha bernama Yandrial yang disebut memiliki mobil mewah, warga Perumahan Bumi Asri, Lingkungan VII, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Helvetia, Kota Medan. Berita Medan, Yogoy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here