ISNU Kabupaten Langkat Syafari Muharram
ISNU Kabupaten Langkat saat Syafari Muharram

MUDANEWS.COM, Langkat – Buya Dhev selaku Ketua PC ISNU Kabupaten Langkat Dhevan Efendi Rao SH SPd bersama Pengurus Harian ISNU Langkat dan unsur Pemerintah Desa Sekoci Kecamatan Besitang melaksanakan kegiatan Syafari Muharram di Dusun 2 Titi Panjang Desa Sekoci Kecamatan Besitang, Selasa (10/09/2019) yang bertepatan 10 Muharram 1441 H dengan penceramah Wakil Sekretaris PC ISNU Kabupaten Langkat Al Usthadz Muhammad Saddam Idris SPdI MPd.

Tausyiah yang disampaikan Al Ustadz yakni anjuran untuk berpuasa di hari ke-10 ini karena pahalanya sangat besar dan dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun. Puasa Asyura 10 Muharram ini jatuh bertepatan dengan 10 September 2019.

“Dan diharapkan kepada masyarakat pada umumnya warga desa sekoci mari kita bersatu saling menjaga kerukunan umat beragama stop dengan menebarkan ujaran kebencian terhadap pemimpin negeri dan mengajak warga khususnya masyarakat Desa Sekoci, Kecamatan Besitang untuk lebih mencermati sejumlah permasalahan dan bertabayun agar masalah bisa diselesaikan dengan baik, di bulan Muharram ini kita berdzikir diperbanyak amal ibadah dengan mengawali lembaran baru di Tahun Baru Islam,” ajaknya.

Buya Dhev dalam sambutannya menjelaskan bahwasanya Rasulullah SAW yang melaksanakan puasa di bulan Muharram setelah bulan Ramadan. Kemudian Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa Muharram.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya Muharram adalah bulannya Allah yang di dalamnya tepat menjadi hari bertaubat umat Islam atas dosa-dosa yang terdahulu”.

Tentang keutamaan puasa ‘Asyura Ibnu Abbas menyatakan: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (‘Asyura) dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya: bulan Ramadhan).” (HR. Al-Bukhari).

Sekretaris PC ISNU Bahtiar SPdI yang disapa “Ateh” menyampaikan Penuturan Ibnu ‘Abbas ini menunjukkan betapa penting dan besarnya hikmah puasa ‘Asyura. Ia mengisahkan begitu sungguh-sungguhnya Nabi SAW melakukan puasa sepuluh Muharram. “Pada hari tersebut, Nabi SAW berharap kepada Allah SWT agar dosanya di tahun sebelumnya diampuni,” jelas Ateh.

Bendahara PC ISNU Kabupaten Langkat Gus Ril Sanjaya SPd menyampaikan dalam riwayat lain, sebagaimana yang terdapat dalam Musnad Al-Humaidi, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa ‘Asyura dapat mengampuni dosa satu tahun sebelumnya.” Adapun dosa yang dimaksud disini ialah dosa kecil, bukan dosa besar.

“Sebab dosa besar akan diampuni oleh Allah melalui pertobatan. Selain itu, hikmah atau manfaat puasa ‘Asyura akan diperoleh selama melakukan puasa tersebut tidak ada unsur riya dan dilakukan dengan penuh keikhlasan, semata-mata mengharap ridha Allah SWT. Selain dosa kecil diampuni, mengerjakan puasa ‘Asyura disetarakan dengan puasa selama satu tahun,” terangnya lagi.

Wakil Ketua 1 Abangnda Khairizal Zainuddin SSos sebagai Politisi Fungsionaris Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Langkat berpendapat sebelum melaksanakan puasa Asyura, umat Islam dianjurkan untuk puasa Tasu’a atau puasa di hari ke-9 Muharram. Hal ini untuk menyelisihi dengan kaum Yahudi saat Nabi hijrah ke Yatsrib yang kemudian diubah namanya menjadi Madinah Al Munawarah.

Saat itu, kaum Yahudi berpuasa Asyura dengan dalih sebagai ungkapan rasa syukur atas diselamatkannya Bani Israil oleh Allah.

Wakil Ketua PC ISNU Kabupaten Langkat Syafril Anwar yang sering disapa dengan sebutan Cak Sanur menyampaikan Pendapat ulama yang menganjurkan puasa sebelum dan sesudah sepuluh Muharram berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW berkata: “Puasalah kalian pada hari Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Kerjakan puasa dari satu hari sebelumnya sampai satu hari sesudahnya,” (HR Ahmad).

“Hadits ini menunjukkan bahwa yang dimaksud ‘Asyura itu adalah sepuluh Muharram, bukan sembilan Muharram. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW meminta pelaksanaan puasanya menjadi tiga hari, yaitu dari tanggal sembilan sampai sebelas. Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi Muhammad Saw berencana puasa tanggal 9 Muharram, namun Beliau sudah wafat sebelum menunaikan niat itu,” jelasnya.

Penjelasan ini dapat dipahami bahwa ulama menyepakati kesunahan puasa ‘Asyura. Bahkan dianggap sebagai puasa yang paling utama setelah Ramadan. Akan tetapi, lebih disunahkan lagi mengerjakannya mulai dari tanggal 9 hingga 11 Muharram 1441. Kegiatan ini sangat didukung Pemerintah Desa Sekoci, Kecamatan Besitang. Turut hadir bersama Kades Sekoci Bapak Warisno, Ketua BKM Bapak Abdul Bari, Kadus Titi Panjang Bapak Syaniardi dan Ketua BPD Sekoci Bapak Saring.

Kades Sekoci Bapak Warisno mengucapkan terimakasih atas kehadiran PC ISNU Kabupaten Langkat yang berkenaan hadir di desa sekoci dalam agenda Syafari Muharram. “Dan harapan yang disampaikan beliau ingat desa kami dan bimbing generasi muda desa kami agar terdidik dengan penguatan aqidah dan tauhid ajaran Islam mengenalkan kepribadian yang santun dan bersahaja dan jauh dengan narkoba,” pungkasnya.

Ketua BKM Masjid Nurul Iman menyampaikan bahwa ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) organisasi kaum intelektual yang santun dan bersahaja mengedepankan kepentingan umat Islam dalam syiar da’wah masuk ke desa-desa diperdalam kampung mampu memberikan sumbangsih pemikiran positif mencerdaskan cara pandang dan pendewasaan diri dalam menghadapi sejumlah permasalahan bisa dicermati dengan akal sehat dan sejuk tenang menyikapi perbedaan.

“Terimakasih kami sudah sampai di Desa Sekoci ini semoga ISNU Kabupaten Langkat berjaya dan sukses selalu dalam karirnya. Kami bangga kini ada pemimpin negeri ini adalah seorang ulama menjadi Wakil Presiden RI KH.Ma’ruf Amin mendampingi pak Joko Widodo sebagai Presiden RI 2019-2024,” ujar Ketua BKM

Terakshir, PC ISNU Kabupaten Langkat bersama dengan Pemerintah Desa Sekoci Kecamatan Besitang Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam dan Hari Asyura 10 Muharram 1441 Wallaahu Muwaffiq Ila Aqwamith Thorrieq Wassalam. Berita Langkat, red