Sail Nias 2019, Panitia Matangkan Persiapan Pengamanan Presiden Jokowi
Menteri Yasonna Laoly, Gubernur Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB MS Fadhilah dan Dirjen PPMD Kemendesa, Taufik Madjid

MUDANEWS.COM, Medan – Persiapan acara puncak Sail Nias Tahun 2019 terus dimatangkan. Event pariwisata ini akan dihadiri Presiden Joko Widodo. Puncak Sail Nias 2019 direncanakan pada 14 September mendatang.

Sabtu (24/8/2019), panitia Sail Nias 2019 menggelar rapat koordinasi untuk memastikan persiapan bidang keamanan. Rapat koordinasi berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara, di Kota Medan.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly sebagai Ketua Panitia Pusat Acara Sail 2019 memimpin rapat koordinasi persiapan pengamanan. Rapat bertujuan untuk mendapatkan laporan dan update informasi tentang skenario pengamanan Sail Nias yang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Yasonna, kehadiran Presiden pada acara Sail Nias 2019, perlu persiapan keamanan yang sesuai standar dan prosedur. Seluruh hal yang berkaitan dengan acara diperhatikan secara baik. Keamanan di tingkat daerah, mulai dari Polda Sumut dan jajaran Polres, jajaran TNI (TNI AD, TNI AU dan TNI AL) mesti siaga semua. Begitupun dengan tim kesehatan daerah, seperti Dinas Kesehatan, Basarnas dan lembaga lainnya yang terlibat harus selalu siap.

“Persiapan dimulai sejak tanggal 4 September. Baik itu secara struktur dan prosedural. Mohon selalu dilaporkan bagaimana keamanannya sehingga tahapan puncak acara bisa berjalan dengan baik,” kata Yasonna mengingatkan.

Dirjen PPMD Kemendesa, Taufik Madjid, yang dipercayakan sebagai Koordinator Acara Puncak Sail Nias 2019 memaparkan skenario acara puncak event pariwisata guna mempersiapkan kedatangan Presiden. Seluruh pengisi acara diharapkan mempedomani rundown yang telah disusun, agar pelaksanaan acara dapat berjalan lancar.

Acara Sail Nias sendiri akan diikuti 3.000 peserta dan 1.500 tamu undangan. Terkait dengan rekayasa lalu lintas dan keamanan hingga acara puncak, perlu diperhatikan dan pastikan berjalan lancar oleh panitia nasional maupun lokal yang telah diberi tanggung jawab.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly juga menekankan agar teknis pengamanan harus benar-benar dipastikan berjalan sesuai rencana, baik di luar lokasi maupun di dalam lokasi Sail. Hingga selesai acara, semua tim pengamanan bisa mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi. Apalagi sering kali Presiden berhenti di sekolah dan tempat-tempat umum yang di luar titik yang dijadwalkan.

“Harus dipastikan flownya,”sambung Yasonna.

Diakhir rapat, Yasonna juga menekankan pada panitia dan seluruh instansi yang terlibat selalu memberikan update perkembangan perharinya. Bila ada kekurangan persiapan segera diselesaikan. Jangan biarkan ada masalah terbengkalai. Harus ada solusi dan langsung ditangani. Berita Medan, red