Brandan Bumi Hangus, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah
Safril Anwar

MUDANEWS.COM, Langkat – Bumi Hangus kota minyak Pangkalan Brandan Sumatera Utara adalah bukti perlawanan rakyat indonesia terhadap kolonialisme Belanda di Kabupaten Langkat Sumatera Utara, masyarakat bersama pejuang berjibaku untuk memberangus Pabrik minyak Pangkalan berandan 13 Agustus 1947, yang dijadikan alat jual untuk memperkuat persenjataan belanda.

Hal itu dikatakan wakil ketua 1 ISNU Kabupaten Langkat, Safril Anwar kepada MUDANEWS.COM.

“Saat itu, semangat perjuangan ini terus menjadi ingatan bagi masyarakat Pangkalan brandan yang ingin terbebas dari tekanan penjajahan belanda. Hari ini tepat 13 Agustus 2019 Masyarakat pangkalan brandan memperingati kejadian Brandan bumi hangus sebagai ingatan yang menjadi semangat agar kita tidak dijajah lagi,” terangnya.

Putra kelahiran Pangkalan Brandan itu menjelaskan, sebagai generasi muda kita berharap sejarah ini dapat terwujud menjadi sebuah pembangunan pendidikan, kita berharap melalui sejarah ini Pemerintah dapat membangun sekolah eksplorasi perminyakan hingga Universitas didalamnya, Soekarno mengatakan Jas Merah.

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah, bagi saya ini adalah wujud dari semangat perjuangan rakyat indonesia yang wajib di apresiasi semoga terwujud. Amin,” tandas Sayfril merupakan Cucu dari Almarhum Letkol H M Yakub. Berita Medan, red