Refleksi Pemuda Menuju 74 Tahun RI
Rizki Adha Simatupang

MUDANEWS.COM – Tidak terasa sebentar lagi menyambut HUT Republik Indonesia Ke-74 tahun, cukup sudah Ibu Pertiwi ini berdiri kokoh tanpa intervensi dari penjajah asing, sudah cukuplah Bangsa ini menelan pahitnya kehidupan pada masa lampau, jikalau kita bayangkan bagaimana para Pahlawan terkhusus Pemuda menghantarkan rakyat indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia. Kalau kata Dilan,”kamu tidak sanggup biar aku saja”.

Sebab, butuh perjuangan dengan niat yang tulus dan penuh pengorbanan. Sedikit mengupas bagaimana perjuangan atau peran Pemuda era kolonial Belanda untuk mengusir penjajah dan mempertahankan Bangsa ini, dengan segenap pengorbanannya baik pengorbanan harta, keluarga, nyawa bahkan cinta mereka rela mengorbankannya untuk membela dan mempertahankan Ibu Pertiwi.

Soekarno pernah berkata, ”Berikan aku 1.000 orang tua akan kucabut gunung Semeru dari akarnya”. Berikan aku 10 Pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia, dari kata itu memetik filosofi perkataan soekarno akan betapa dahsyatnya Peran pemuda pada saat itu.

Sebagai Pemuda yang sudah tidak berada di zaman itu, seyogyanya bersyukur dan bangga tidak berada dizaman itu, tidak adanya ultimatum dari kolonial Belanda untuk menjadi penghianat Bangsa atau berada dibarisan para Pejuang kemerdekaan, tidak adanya kita, bukan berarti kita bersikap hedond dan tidak mau tau akan kondisi Bangsa ini yang sekarang dan akan datang, kalau kita bersikap seperti itu maka tunggulah kemunduran Bangsa ini sudah tidak lama lagi.

Seperti yang kita ketahui, tidak perlu lagi angkat senjata atau angkat bambu runcing untuk berperang dengan Penjajah, pejuang terkhusus Pemuda era kolonial mengalami hal-hal yang mengerikan seperti itu, para Pejuang dan Pemuda zaman itu bersusah payah dan bercucuran darah untuk merebut Ibu Pertiwi dari tirani kolonial Belanda, mereka menyerahkan estafet perjuangan ketangan anak bangsa untuk mempertahankan Bangsa ini.

Negara sudah merdeka bukan berarti generasi muda tidak punya tanggung jawab, kitalah yang harus mengisi kemerdekaan itu. Oleh karena itu, kita harus melanjutkan perjuangan dengan mengumpulkan ilmu pengetahuan dan mendominasi perkembangan zaman guna menyatukan tekad demi kepentingan Bangsa ini sehingga bisa bersaing dengan Bangsa-Bangsa maju. Karena Pemuda adalah aset bangsa yang berharga dan tak ternilai harganya.

Fenomena kehidupan indonesia dulu dengan sekarang sangat berbeda dengan sekarang ini. Kalau Pemuda dulu berperang untuk mempertahankan Bangsa ini berbeda dengan Pemuda zaman sekarang, kita dihadapkan akan perkembangan zaman. Indonesia sudah mengalami revolusi 4.0 dimana teknologi sudah berperan di segala aspek kehidupan, saya rasa teman-teman sudah duduk pemahamannya tentang revolusi 4.0 ini.

Di zaman ini, Pemuda dituntut berubah dalam menyesuaikan zaman, maksud saya bukan mengubah imannya. Teknologi informasi dan komunikasi dapat mengubah segalanya dan menuntut perubahan, tergantung kita, ”Apakah kita terjerus kearah yang lebih baik dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi?,”Apakah kita terdegredasi kearah yang lebih buruk?. Tergantung usaha teman teman yang sedang membaca artikel ini.

Sebetulnya sejak dulu kita sudah tertinggal akan penerapan teknologi, karena pada periode antara tahun 1750-1850, Bangsa Eropa sudah mengenal dan menerapkan ilmu teknologi karna tak bisa pungkiri kejayaan Bangsa Eropa bisa kita rasakan hingga saat ini. Bukannya membanggakan, Bangsa Eropa tapi seyogyanya sebagai Pemuda harus berkaca akan pentingnya peran sebagai aset dan tongkat estafet yang diharapkan mampu membawa Bangsa ini melangkah maju kedepan.

Melihat fenomenal kondisi Pemuda saat ini sudah banyak sekali yang memanfaatkan kecanggihan teknologi, survei kemkominfo menyatakan pengguna internet sudah mencapai 82 juta orang dan sekitar 80% dari pengguna internet tersebut adalah Remaja yang berusia 15-25 tahun. Saya sebagai Mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi saya rasa itu pecapaian yang cukup fantastis. Sehingga dengan percapaian tersebut, tidak lagi dikatakan Pemuda yang ketinggalan zaman.

Apakah 80% Remaja yang menggunakan kecanggihan teknologi ini menggunakannya ke hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak atau merugikan dirinya sendiri?. Inilah yang menjadi bahan refleksi, karena diketahui kecanggihan teknologi bukan hanya banyak manfaatnya, mudharatnya.

Melihat kondisi Pemuda saat ini masih banyak yang terlena dan terlelap akan kemewahan dan kecanggihan teknologi bahkan bisa membuat dirinya semakin buruk, sehingga tidak mengetahui apa yang harus dia buat, kecanggihan teknologi hanya dimanfaatkannya untuk bersenang-senang sehingga dia lupa akan jati dirinya sebagai aset Bangsa dan penerus Bangsa ini (saya bukan menyindir Gamers). Karena seyogyanya dengan kecanggihan teknologi sekarang kita dapat memanfaatkan untuk pemenuhan ilmu pengetahuan sehingga generasi muda bisa bersaing dengan Bangsa-Bangsa maju.

Sudah lelah menjadi Bangsa yang selalu mengharapkan Bangsa lain, sudah saatnya generasi muda ini bangkit untuk kemajuan Bangsa. Sudah saatnya gelisah akan kemajuan zaman, gelisah dalam arti harus mampu berpikir kreatif, solutif dan objektif. Kalau tidak sekarang mau kapan lagi, katanya Agen Of Change harus mampu mendobrak tatanan masyarakat kearah yang benar, rasa itulah yang harus kita perjuangkan untuk kemajuan Bangsa, musti bermanfaat bagi orang-orang disekitar kita. Itu gunanya kita sebagai makhluk sosial.

Mungkin dengan artikel yang saya buat ini bisa menjadi refleksi teman teman sehingga menyadarkan teman-teman kelak kita mengisi Bangsa ini, sehingga dapat bersaing dengan Bangsa-Bangsa besar seperti Bangsa Eropa, sehingga omongan yang mengatakan kita adalah Negara yang tertinggal akan kecanggihan teknologi bisa kita patahkan. Bagaimana Bangsa ini maju secara kualitas dan kuantitas jikalau Pemuda masih acuh tak acuh dengan kondisi Bangsa.

Tan Malaka pernah mengatakan generasi muda adalah generasi penerus yang harus mampu membawa Bangsa ini melangkah maju. Semoga dengan bertambahnya umur Bangsa ini dapat mendobrak semangat Pemuda untuk maju dan membawa Bangsa ini melampaui Bangsa-Bangsa maju. Tinggal Bagaimana kita dapat menjalankan dan menyesuaikan perkembangan zaman ini. Sehingga kita dapat melampui dan membuat bangga para pendahulu. Selamat HUT Republik Indonesia ke-74.[]

Oleh : Rizki Adha Simatupang

Penulis adalah Mahasiswa dari Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, Fakultas Ekonomi Jurusan Menagement.