Nilai-Nilai Ketakwaan
Faisal Amri Al-Azhari, M.Ag

MUDANEWS.COM – Disaat puasa Ramadan, banyak kita melakukan majelis ilmu. Minimal ba’da salat ‘Isya dan Subuh. Karena memang pentingnya ilmu itu untuk dikusai. Nabi saw juga menegaskan bahwa wajib tiap muslim menuntut ilmu. Apalagi ilmu Agama. Bahkan disebutkan dalam sabda Nabi saw, ukuran muslim yang dikehendaki oleh Allah menjadi orang yang baik karena Allah pahamkan ia dalam ilmu Agama:
(مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْراً يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ). البخاري.

Dan bukankah Allah mengangkat derajat orang beriman itu karena ilmunya.

_“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”_. (QS. al-Mujadilah/58: 11).

Michael Hart telah menulis buku yang kontroversi dan mengguncang dunia, _100 A Ranking of The Most Influential Persons in History_, bahwa sebanyak 36 ilmuan (sains dan penemuan) menempati posisi teratas dari 100 orang paling berpengaruh di dunia dibanding dengan pemimpin politik-militer sebanyak 31 orang, filosof 14 orang, pemimpin Agama 11 orang, tokoh seni-sastra 5 orang, penjelajah 2 orang, dan industrialis 1 orang. Ini membuktikan ilmu di atas derajat orang yang berkuasa sekalipun.

Secara tidak langsung Hart ingin menyimpulkan bahwa para ilmuan-lah yang paling mempengaruhi kehidupan sejarah manusia. Dengan ilmu-lah kehidupan manusia bisa berubah, berperadaban tinggi.

Jika dilihat lebih lanjut bukunya Hart tersebut, yang paling banyak berkontribusi dalam sejarah dilihat dari asal meraka adalah dari bangsa Eropa sebanyak 69 orang, sedangkan dari Asia 18 orang, Amerika 9 orang, Afrika 3 orang, dan Selandia Baru 1 orang. Perbandingan yang sangat jauh.

Terbukti memang peradaban yang maju karena ilmunya hingga sekarang ini ialah bangsa Eropa.

Bahkan lebih mengejutkan lagi, dengan sangat berani Hart menempatkan posisi kedua setelah Nabi Muhammad saw adalah seorang ilmuan fisikawan abad 17 Masehi dari Inggris, yang bernama Isaac Newton. Ini membuktikan sekali lagi bahwa ilmu mengangkat derajat kehidupan dan membawa peradaban.

Ilmuwan-lah yang paling mempengaruhi sejarah manusia bahkan dari para penguasa atau panglima sekalipun sebut saja misalnya Shih Huang Ti dan Mao Zedong penguasa dari Cina, Augustus Caesar, Constantin, dan Julius Caesar dari Romawi, Goerge Washington dari Amerika Serikat, Alexander the Great dari Macedonia, Cyrus dari Persia, Genghis Khan dari Mongol, Adolf Hitler dari Jerman, Napoleon Bonaparte dari Prancis, Asoka dari India, serta Joseph Stalin dan Lenin dari Rusia.

Selanjutnya, menarik untuk diperhatikan, kebanyakan para pembawa Agama ditempatkan diposisi teratas oleh Hart, seperti Nabi Muhammad (urutan 1), Nabi Isa (urutan 3), Sidarta Gautama-Buddha (urutan 4), Konfisius (urutan 5), dan Santo Paulus-Kristen (urutan 6). Ini menunjukkan bahwa ilmu tidak bisa lepas dari agama, “dalam islam disebut *iman*”. _*Jadi, iman dan ilmu menjadikan derajat seseorang terangkat secara sempurna dan abadi.*_
……………………..

Bersambung ke Bagian 4 …

Oleh: Faisal Amri Al-Azhari, M.Ag

P. Brandan, 5 Syawal 1440 / 9 Juni 2019