Keluarga Pahlawan Demokrasi
Aulia Rahman (peci hitam) menyerahkan santunan

MUDANEWS.COM, Medan – Jaringan Gusdurian, Yayasan Bani Abdurrahman Wahid (YBAW) dan KitaBisa.com memberikan santunan duka kepada para pejuang demokrasi, yakni kepada para petugas yang meninggal dunia saat atau dalam proses menjalankan tugas pada Pemilu 2019 lalu. Santunan ini di antaranya diberikan kepada keluarga Parsaoran Pardede, salah seorang petugas pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS 86) di Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (2/6/2019).

Menurut keterangan dari istri Parsaoran Pardede, bahwa almarhum meninggal saat bertugas menjadi pengawas pemilu di TPS 86 Tanjung Sari pada usia 55 tahun akibat kelelahan.

“Suami saya meninggal akibat kelelahan sehingga membuat pembuluh darah di kepala pecah dan dipenuhi darah,” ungkap Pasu Ria Siahaan.

Dalam sambutannya, Pasu Ria Siahaan mengucapkan terima kasih atas perhatian semua pihak terutama Jaringan Gusdurian, YBAW dan Kitabisa.com.

“Kehadiran bapak-bapak Gusdurian ini dikeluarga kami membuat kami cepat terhibur dan untuk kedepan semoga anak-anak saya pun dapatkan berkat-berkat yang baik dari Tuhan dan kepada Gusdurian saya beserta dua orang anak saya mengucapkan banyak terima kasih, dan saya kirim salam dan terima kasih kepada ibu Alissa Wahid,” ungkapnya.

Pasu Ria Siahaan juga mengenal dan mengagumi sosok Gusdur. Terbukti ketika menandatangani berkas administrasi, beliau terkejut seraya berkata “lah ini yayasan Abdurrahman Wahid. Itukan Gusdur, tokoh pluralisme dan toleransi, Salam hormat saya buat Gusdur sekeluarga”. Beliau juga kelihatannya tahu mengenai keluarga Gusdur hingga dapat menyebut nama anak-anak Gusdur.

Saat penyaluran santunan ini, turut didampingi Panwaslu Kecamatan Medan Selayang diantaranya Martahi Rajagukguk, Pensinus dan Efi Sipayung serta rekan-rekan jaringan Gusdurian Medan, Jon Saragih dan Rahmat Hidayat. Berita Medan, MN