Hari Narkotika Internasional

MUDANEWS.COM, Tanjungbalai – Dalam moment memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tepat pada tanggal 26 Juni 2018 ini Keluarga Sarjana Tanjungbalai (KASI) menghimbau kepada seluruh generasi muda Tanjungbalai untuk mencegah penyalahgunaan pemakaian narkotika dan menghimbau kepada seluruh orangtua untuk tetap mengawasi pergaulan anak serta meminta kepada pemerintah Kota Tanjungbalai untuk dapat bekerja lebih ekstra dalam upaya pemberantasan pemakaian dan pengedaran narkotika di Kota Tanjungbalai.

“Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya yang biasanya disebut Narkoba adalah bahan/zat yang jika dimasukan kedalam tubuh manusia, baik secara diminum, dihirup, maupun disuntikan akan dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan sera perilaku seseorang yang juga dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologis,” jelas Ketua Umum KASI, Hasbi Taufik, S.I.Kom pada selasa (26/03/2018).

Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini mengatakan Tanjungbalai adalah salah satu daerah yang paling rawan untuk masuknya barang haram tersebut karena Tanjungbalai merupakan daerah yang dikelilingi sungai dan lautan, hingga mengharuskan kita untuk bekerja lebih ekstra dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan dan pengedaran Narkotika di Kota Tanjungbalai.

“Ini merupakan daerah yang dikelilingi oleh laut dan sungai, sehingga masuk dan keluarnya barang haram tersebut sangat mudah, tidak cukup hanya sebatas larangan kepada anak tapi juga harus ikut serta dalam pencegahan,” ungkap Hasbi.

Lanjut Hasbi, barang haram tersebut sangat cepat mempengaruhi kaum remaja di Tanjungbalai, pada tahun 2017 data yang ada dari BNN menghimpun pengguna narkoba ada 41,08 persen dari 9.780 siswa/i se Kota Tanjungbalai. BNN juga mengungkap untuk data tahun 2017 saja ada sekitar 46.537 kasus narkoba yang terjadi di Indonesia.

“Sudah banyak masyarakat Indonesia terkhusus du Kota Tanjungbalai yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, seharusnya dalam hal ini pemerintah dan orang tua harus saling bekerja sama untuk memberikan edukasi dan terus memantau pergaulan anak sendiri, untuk pemerintah lebih memberikan sosialisasi terhadap anak-anak dan kaum remaja agar lebih memberikan pemahaman akan bahaya penyalahgunaan pemakaian narkoba,” jelasnya.

Jelas Hasbi Pada tahap kriminalnya sendiri sudah banyak yang di vonis hukuman mati bahkan mereka merupakan pengedar dari luar negeri maupun dalam negeri.

“Bukan hanya itu saja pengedar yang ditembak di tempat karena mencoba untuk melawan juga ada. Terlihat bahwa Narkoba ini juga dijadikan sebagai salah satu pendongkrak ekonomi untuk dirinya sendiri, dizaman yang susah dalam mencari kerja, dan mahalnya harga bahan pokok, menjadikan masyarakat terkhusus untuk Tanjungbalai memasarkan narkoba adalah salah satu cara mereka untuk mendapatkan uang dan memperbaiki perekonomian masyarakat tersebut, pengawasan yang kurang pada keluar masuknya kapal-kapal ke Tanjungbalai ini menjadikan narkoba menyebar luas di pelosok kampung Tanjungbalai ini,” tutup Hasbi Taufik. Berita Tanjungbalai, WP