Alumni KNPI Sumut
Foto: Syamsul Arifin sebagai Wali Rakyat Sumatera Utara.

MUDANEWS.COM, Medan – Ketua Aliansi Santri-Nasionalis Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada IKA KNPI yang mengukukuhkan H Syamsul Arifin SE, Sahabat Semua Suku untuk dikukuhkan sebagai “Wali Rakyat Sumatera Utara”.

“Kami dari Element Santri dan Kaum Nasionalis memberikan apresiasi terhadap IKA KNPI yang memberikan pengukuhan sebagai Wali Rakyat Sumatera Utara kepada Datuk Syamsul Arifin SE. Pengukuhan ini membuktikan bahwa Syamsul Arifin diterima, dikenang dan juga diapresiasi oleh masyarakat Sumatera Utara, khususnya kalangan Ulama dan tokoh pemuda atas kesantunan dan komunikasinya yang bijak dan sejuk di kalangan masyarakat Sumatera Utara,”  ujar Ikhyar yang juga dikenal sebagai Ketua PKNU Sumut.

Bung Ikhyar demikian akrab disapa menambahkan bahwa Datuk Syamsul Arifin merupakan orang melayu yang dikenal sebagai perekat keberagaman di Sumatera Utara.

“Syamsul Arifin merupakan perekat keberagaman yang ada di Sumatera Utara. Semboyannya yang berasal dari budaya Melayu adalah sahabat semua suku, yang bermakna integrasi. Pikiran-pikiran beliau, dituangkan di dalam buku yang bertajuk Petuah Dato’ Seri H. Syamsul Arifin, S.E. untuk Anak, Cucu, dan Semua Suku. Jika disimak secara intens petuah-petuah atau pikiran beliau ini sebenarnya adalah implementasi dari budaya Melayu dan agama Islam yang dianutnya. Gelar sahabat semua suku merupakan pengakuan dan legitimasi rakyat Sumut terhadap kiprah beliau dalam mengelola keberagaman menjadi sesuatu hal yang positif bagi kemajemukan dan kesejukan situasi politik dan situasi sosial yang ada di Sumut,“ jelas Ikhyar.

Ikhyar menambahkan bahwa dalam krisis keberagaman dan meningktanya ego SARA di Indonesia maka sosok Syamsul Arifin sangat layak direkrut sebagai Wantimpres untuk menjembatani Presiden Jokowi dengan para ulama, tokoh adat Nusantara serta akademisi dengan kapasitas dan kemampuan komunikasinya yang diterima semua pihak.

“Saat ini lanjut Ikhyar, Indonesia sedang dilanda krisis persatuan dan kesatuan bangsa serta Ego SARA. Terjadi peningkatan Fundamentalis Suku, Agama, Ras dan Golongan di hampir seluruh wilayah, pilkada serentak 2017 & 2018 salah satu merupakan pemicunya, apalagi menjelang Pilpres 2019. Maka Presiden Jokowi membutuhkan tokoh yang mempunyai kapasitas dan kompotensi untuk bisa meredam dan memberikan masukan serta mampu melakukan komunikasi dengan semua tokoh agama, tokoh adat, tokoh sosial, elit politik dan akademisi, sehingga agenda Nasional seperti pileg/Pilpres 2019 serta program pembangunan Presiden Jokowi dapat berjalan sesuai rencana, maka Datuk Syamsul Arifin layak untuk di rekrut oleh Presiden Jokowi sebagai Dewan Pertimbangan Presiden untuk memperkuat dan memberikan masukan bagi kepemimpinan Jokowi ke depan,” tegas Ikhyar.

Kapasitas dan ketokohan Syamsul Arifin bukan hanya bersipat lokal, bahkan sudah terkenal hingga manca negara. Selain pernah menjabat sebagai Gubernur, Bupati dan ketua MABMI, beliau juga pernah dinobatkan menjadi Tokoh Budaya Melayu Nusantara tahun 2011 oleh Gabungan Persatuan Penulis Nasional Malaysia (GAPENA). Ia adalah tokoh satu-satunya penerima penghargaan serupa dari Indonesia.

Dengan direkrutnya Syamsul Arifin sebagai Wantimpres, akan melengkapi komposisi Dewan Pertimbangan Presiden dari unsur tokoh melayu, tokoh budaya dan perwakilan masyarakat Sumatera Utara. Sehingga diharapkan Syamsul Arifin dapat membantu Presiden Jokowi dalam mempertahankan keberagaman dan kebhinekaan dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

Seperti diketahui ada 9 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), minus perwakilan dari Sumatera Utara dan tokoh budaya. Mereka adalah Subagyo HS, Sidarto Danusubroto, Yusuf Kartanegara, Hasyim Muzadi, Suharso Monoarfa, Rusdi Kirana, Jan Darmadi, Malik Fajar, dan Sri Adiningsih. Berita Medan, Ahmad