Menjadi Remaja yang Berkualitas
Foto : Ibnu Arsib Ritonga

MUDANEWS.COM – Lewat surat kabar (cetak ataupun online), radio, televisi dan sarana komunikasi lainnya, setiap hari kita menyaksikan begitu banyak fenomena bencana atau ketimpangan yang menimpa umat manusia di negara kita ini atau juga dalam skop internasional.

Setiap hari, mata, pikiran dan hati kita diketuk, bahkan dipukul oleh berita-berita yang menyedihkan. Terjadinya perang perebutan daerah di beberapa daerah Timur Tengah saat ini. Terjadinya ketimpangan ekonomi yang mengakibatkan maraknya kemiskinan, pencurian. Terjadinya ketimpangan sosial-budaya sehingga maraknya pemerkosaan, pembacokan, bunuh diri akibat depresi, penganiayaan, pencemaran lingkungan, mudahnya di adu domba, dan penyimpangan perilaku manusia yang begitu mencemaskan.

Saat ini, kita telah dihadapkan dengan keadaan-keadaan buruk tersebut, dari dunia internasional hingga ke pelosok desa. Terus menerus menteror batin dan pikiran kita. Sudah demikian buruknya wajah kehidupan kita saat ini. Demikianlah jauhnya ketentraman dari perdamaian meninggalkan umat manusia kini.

Kita pun bertanya. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ketimpangan-ketimpangan tersebut berjalan secara alami atau ada sesuatu yang disengaja oleh segolongan manusia yang ingin meraup keuntungan?

Jikalau dilihat dari kacamata Islam, ada sesuatu yang hilang sehingga mengakibatkan terjadinya keadaan-keadaan buruk yang menimpa umat manusia pada saat ini, seperti yang kita sebutkan tadi.

Menurut Sayyid Qutb, ketimpangan itu terjadi karena hilangnya keseimbangan. Seperti hilangnya keseimbangan dalam tata hubungan antar negara yang menimbulkan perang dan eksplotasi. Hilangnya tata hubungan dalam komunitas sosial yang mengakibatkan pertengkaran, permusuhan sampai mengakibatkan bentrokan fisik. Hilangnya keseimbangan hubungan antar kelompok kuat kepada yang lemah dan terjadinya persaingan tidak sehat. Hilangnya tata hubungan dalam keluarga sehingga menimbulkan percekcokan, skandal seks (perselingkuhan) atau perceraian. Hilangnya keseimbangan dalam pengaturan potensi rohani-jasmani dalam pribadi manusia yang mengakibatkan ketidaktentraman, sakit jiwa, frustasi, dan kebrutalan. Lebih lanjutnya silahkan baca bukunya Sayyid Qutb, Jalan Pembebasan; Rintisan Islam Menuju Perdamaian Dunia (edisi Bahasa Indonesia).

Ketidakseimbangan yang merata itu erat hubungannya dengan terampasnya hak-hak umat manusia, serta terinjaknya keadilan pada saat ini. Terjadinya penjajahan-penjajahan dalam berbagai bentuk penjajahan baru oleh sekelompok orang.

Keadaan-keadaan buruk yang menimpa umat manusia saat ini, terkhususnya di negara kita ini, terlihat semakin parah. Sebab utamanya adalah karena tatanan yang berlaku sekarang, baik tatanan yang mengatur hubungan antar negara, antar kelompok dalam negara, antar warga masyarakat, antar keluarga dan tatanan lainnya berasal dari buatan manusia yang ternyata mengandung cacat secara konseptual dan praktiknya. Hal ini membuktikan konsekuensi logis bahwa manusia tidaklah sempurna. Tapi masih saja banyak orang atau pun kelompok yang mengingkari kenyataan ini.

Islam Sebagai Jalan Keluar

Sebagai umat manusia yang sangat menginginkan pemenuhan hak dan keadilan, tentu saja menginginkan jalan keluar dari permasalahan-permasalahan tersebut. Tentu saja menginginkan upaya untuk mengatasi keadaan yang jauh dari kedamaian itu. Kita membutuhkan konsep yang tidak mengandung cacat baik secara teori dan praktik sebagai dasar atau pijakan bertindak. Kita tentu saja membutuhkan tatanan yang mampu menjaga keseimbangan, yang mampu mempertahankan hak umat dari perampasan oleh pihak-pihak yang menginginkan keuntungan sendiri atau pun kelompok tertentu.

Tatanan yang kita butuhkan itu adalah tatanan Islam, tidak ada yang lain. Tatanan Islam-lah yang kita butuhkan sekarang dan yang akan datang. Kenapa harus dengan tatanan Islam? Karena tatanan Islam tidaklah seperti tatanan yang dibuat oleh manusia seperti yang kita jelaskan di atas tadi. Tatanan Islam tidak berdasarkan konsep buatan manusia tetapi berdasarkan wahyu dari Tuhan yang Maha Esa, Allah Swt. Dia-lah yang menciptakan segalanya, termasuk manusia, sehingga Ia lebih mengetahui apa yang layak dan tidak layak untuk kita. Dia yang Maha Mengetahui dan Maha Sempurna atas segalanya.

Tatanan Islam telah membuktikan kesempurnaanya lengkap dengan bukti-bukti berupa kasus yang dapat kita temui sehari-hari dan jawaban wahyu Allah untuk mengatasinya. Allah Swt. lewat wahyu (Al-Qur’an) secara pasti menjanjikan keseimbangan, tegaknya hak dan bebasnya manusia dari berbagai bentuk penjajahan serta penindasan. Baik penindasan secara halus atau pun penindasan secara kasar. Islam menjanjikan kedamaian dalam kehidupan. Baik kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Baik dalam kedamaian rohani hingga kedamaian jasmani. Itu sudah pasti, yakin dan percayalah! Opini Sumut, Ibnu Arsib

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Hukum UISU dan Kader HMI Cabang Medan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here