Hadabuan Hill Napompar
Foto: Wisata Hadabuan Hill Napompar

MUDANEWS.COM – Zamrud Khatulistiwa adalah istilah yang disematkan untuk Indonesia karena memiliki alam yang indah bak Zamrud (Berlian) yang dimana daerah Indonesia dilalui garis khatulistiwa memiliki iklim bagus sehingga kehidupan flora dan faunanya sangat baik. Begitulah gambaran untuk keindahan alam di Indonesia yang terus coba di Promosikan untuk mendatangkan wisatawan sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor Pariwisata.

Tidak hanya didaerah yang dilalui garis khatulistiwa saja, namun sangat banyak berbagai daerah di Indonesia memiliki ke Indahan alam yang kemudian menjadikannya objek wisata sebagai salah satu ujung tombak daerah tersebut.

Labuhanbatu Utara contohnya, salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang juga memiliki keindahan dan kekayaan alam yang melimpah. Berbagai keindahan alam terdapat di kabupaten yang akan berusia 9 tahun pada 21 Juli 2017 ini. Beragam potensi wisata dan kekayaan floras dan fauna terdapat di Kabupaten Labuhanbatu Utara. mulai dari wisata pantai dan air, wisata alam perbukitan dan hutan serta wisata cagar alam lainnya.

Hadabuan Hill, salah satu daerah di Kabupaten Labuhanbatu Utara yang berada di Dusun Napompar,  Desa Pematang, Kecamatan NA IX-X. Memiliki sejuta pesona wisata dan keindahan alam dapat memanjakan mata dan memiliki keberagaman flora dan fauna.

Untuk terus menjaga kelestariannya maka diperlukan pengelolaan khusus dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Seluruh elemen masyarakat agar keindahan alam serta isinya tak punah. Maka dari itu pengembangan wilayah berbasis ekowisata menjadi pilihan dalam hal ini.

Ekowisata merupakan suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat, The Ecotourism Society (1990).

Dari definisi tersebut maka dapat diartikan bahwa ekowisata adalah suatu kegiatan wisata bertujuan untuk mengembangkan potensi alam yang dapat menghasilkan kesejahteraan kepada penduduk sekitar. Selain dapat menarik datangnya wisatawan, program ekowisata dapat mengembangkan potensi wisata yang ada di Hadabuan Hill Napompar.

Kenapa Harus Berbasis Ekowisata?

Karakteristik kawasan Hadabuan Hill Napompar dinilai sesuai dengan karakteristik kawasan yang dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisata, yaitu kondisi lingkungan yang masih alami dan masih bercirikan perdesaan, serta memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan. Akan tetapi sebagian besar masyarakat khususnya yang bertempat tinggal di sekitar Dusun Napompar sebagai Pintu Masuk Hadabuan Hill belum menyadari akan potensi wisata yang dimiliki oleh wilayahnya. Oleh karena itu, perlu diadakannya pembinaan dan pemberdayaan terhadap masyarakat agar dapat mengelola, membangun, serta mengembangkan berbagai potensi fisik dan nonfisik yang ada sehingga dapat terciptanya sebuah kawasan ekowisata. Selanjutnya, kawasan ekowisata Hadabuan Hill Napompar ini diharapkan akan dapat mengurangi tingkat pengangguran dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar wilayah tersebut.

Selama ini objek pariwisata alam pada umumnya dikomersilkan secara konvensional oleh warga sekitar. Dampak secara ekonomi tentunya sedikit membantu meski tidak secara keseluruhan dalam level menggembirakan. Sejauh ini kesadaran diri dalam proses pelestarian lingkungan masih minim di masyarakat, sehingga perlu adanya tindakan serius untuk meminimalisir kerusakan lingkungan akibat dari masyarakat yang berkunjung ke suatu objek wisata, hingga kini masyarakat hanya terpaku dengan kepuasan semata melihat ramainya pengunjung yang datang ke objek wisata tersebut tanpa memikirkan dampaknya kedepan.

Industri pariwisata merupakan industri yang diperkirakan akan terus berkembang dengan pesat. Salah satu konsep pariwisata yang telah muncul adalah konsep ekowisata yang ramah masyarakat. Ekowisata Ramah masyarakat merupakan salah satu upaya pengembangan suatu daerah terpencil melalui sektor pariwisata yang menyuguhkan sumber daya alam sebagai daya tarik wisata yang masih alami dan juga berkontribusi dalam pelestarian serta konservasi lingkungan, dengan masyarakat sebagai pengelola utama dalam pengembangan dan pengendaliannya.

Dewasa ini, perlunya kesadaran ditengah masyarakat untuk menjaga pelestarian alam dan pengelolaan khusus dari pemerintah daerah. Pola pelestarian berbasis ekowisata diharapkan menjadi solusi tepat untuk meminimalisir dampak negatif kerusakan alam dan perusakan budaya daerah setempat yang mampu meningkatkan pendapatan secara ekonomi serta nilai konservasi dengan melibatkan para pelaku dan pakar ekowisata, elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

Ekowisata memiliki arti lain sebagai suatu perjalanan seorang turis ke daerah terpencil dengan tujuan menikmati dan mempelajari mengenai alam, sejarah dan budaya di suatu daerah, di mana pola wisatanya membantu ekonomi masyarakat lokal dan mendukung pelestarian alam.

Tujuan ekowisata sendiri sebenarnya adalah untuk menjabarkan kearifan nilai budaya lokal serta keunikannya kepada wisatawan dengan kesedarhanaan yang dimiliki daerah wisata tersebut, pada hakikatnya kesederhanaan itulah yang akan menjadi pedoman masyarakat daerah sekitar objek wisata untuk menjaga kelestarian budaya dan lingkungannya. Dengan demikian masyarakat sekitar akan terlibat sebagai pengawas dalam perkembangan budaya masyarakat asli dengan wisatawan yang dimana dikhawatirkan lambat laun akan ada pergeseran budaya. Maka dengan itu secara tidak disadari akan timbul rasa saling menghormati antara wisatawan dan penduduk lokal.

Upaya Pelestarian dan Promosi

Kawasan hutan Hadabuan Hill memiliki keragaman flora dan fauna yang cukup mengagumkan, beberapa jenis burung langka terdapat di sini, tak hanya itu terdapat juga Black Gibbon (siamang sumatera), kemudian Badak Sumatera, Harimau Sumatera, Tapir, Kambing Hutan dan tumbuhan langka dapat ditemukan di kawasan hutan hadabuan hill ini. Tak hanya itu saja, terdapat beberapa lokasi pemandian alam sungai yang indah dan beberapa pepohonan dan bebatuan tentunya dapat menjadi objek wisata yang indah jika dikelola dengan baik.

Hadabuan Hill sebagai Puncak bukit diatas awan Labuhanbatu Utara tentunya dapat dimaksimalkan keberadaannya. Sebagai salah satu bukit terbentang di Negeri Basimpul Kuat Babontuk Elok. Wisata alam berbasis Pergunungan / perbukitan tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin merasakan trekking seru menuju puncak bukit hadabuan. Pelestarian Hutan dengan penanaman pohon tentu perlu semakin ditingkatkan di wilayah konservasi Hadabuan Hill.

Tentunya untuk menjadikan Hadabuan Hill Napompar sebagai daerah wisata tidak mudah, potensi yang ada harus sejalan dengan upaya dilakukan serta kegigihan dan kesungguhan dari semua pihak. Beberapa titik wilayah tentunya dapat dimaksimalkan dengan dibuatnya objek wisata tertentu di Hadabuan Hill Napompar, salah satunya dengan penanaman bibit pohon buah produktif agar dijadikan kawasan agrowisata buah tertentu, tidak hanya pohonnya saja sebagai objek penghijauan namun buah yang dihasilkan juga bemanfaat untuk warga sekitar maupun pemerintah daerah untuk mewujudkan hadabuan hill napompar sebagai daerah agrowisata, kemudian diadakan kegiatan seperti Outbound dan Live In yang menghibur sekaligus mengedukasi para pengunjung tentang pentingnya menjaga alam, lalu dibuatnya camping ground puncak Hadabuan Hill sebagai wilayah camping menikmati keindahan alam Hadabuan Hill Napomar, dan tentunya juga sebagai kawasan penelitian dan pengembangan konservasi flora dan fauna di Labuhanbatu Utara, dsb.

Hingga kini Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dibawah pimpinan Bapak Bupati H. Kharuddin Syah Sitorus S.E terus berupaya memaksimalkan potensi wisata Hadabuan Hill Napompar dengan aktif melakukan penghijauan disekitar lereng bukit Hadabuan, melakukan observasi dan pengawasan terhadap isi alam hutan dan turut mempromosikan Hadabuan Hill Napompar ke Tingkat Provinsi sebagai wisata alam yang masih alami keberadaannya serta flora dan fauna yang dilindungi dan dijuluki sebagai Borneo-nya Labuhanbatu Utara.

Hadabuan Hill yang terletak di Dusun Napompar, Desa Pematang, Kecamatan NA IX-X sebagai kawasan ekowisata akan turut pula menjadi nilai Plus Kabupaten Labuhanbatu Utara dikarenakan masih memiliki kawasan Hutan dan Perbukitan yang masih sangat alami di Provinsi Sumatera Utara, selain itu tentunya berbagai kearifan Budaya Lokal dari Labuhanbatu Utara akan diperkenalkan ke Provinsi Sumatera Utara yang juga di sisi lain, ekowisata juga menekankan pada keterlibatan masyarakat sekitar, yang pada akhirnya akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sebagai Potensi Kesejahteraan Sosial.

Selain itu pula keseriusan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara untuk menjadikan Hadabuan Hill Napompar sebagai kawasan wisata terlihat jelas dari promosi wisata yang terus aktif dilakukan diberbagai media dan event-event ke daerahan di tingkat provinsi Sumatera Utara maupun tingkat nasional. Terbukti dengan adanya kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik untuk melakukan penelitian dan pengembangan di Hutan Hadabuan Hill Napompar.

Saat ini, pendekatan pariwisata di Kabupaten Labuhanbatu Utara terus berkembang. Maka untuk menjadikan Hadabuan Hill Napompar sebagai destinasi Pariwisata melalui metode Ekowisata yang merupakan perwujudan dari konsep pariwisata berkelanjutan dengan prinsip ramah lingkungan, ramah masyarakat dan juga ramah wisatawan adalah sebuah strategi pembangunan yang relevan dan dianggap mampu menjaga kawasan Hadabuan Hill Napompar tetap alami yang merupakan sumber kehidupan masyarakat Napompar sekaligus sebagai modal dalam pengembangan ekonomi dan Sosial. Opini Labuhanbatu Utara, Ahmad Maherdika Hsb

Penulis adalah wartawan Labuhanbatu Utara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here