Foto: Ribuan umat Buddha memadati pelataran Candi Borobudur merayakan Hari Raya Suci Asadha Mahapuja.
Foto: Ribuan umat Buddha memadati pelataran Candi Borobudur merayakan Hari Raya Suci Asadha Mahapuja.

MUDANEWS.COM, Magelang – Ribuan umat Buddha memadati pelataran Candi Borobudur. Mereka berkumpul untuk merayakan bersama Hari Raya Suci Asadha Mahapuja.

Asadha Mahapuja merupakan salah satu hari besar agama Buddha, yaitu memperingati pertama kalinya Buddha Gautama mengajarkan Dhamma kepada lima pertapa, yaitu Dhammacakka Pavatana Sutta (Kotbah Pemutaran Roda Dhamma pertama kali).

Rangkain acara ini menjadi penutup gelaran Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) III tahun 2017 yang berlangsung selama tiga hari dan diselenggarakan oleh Sangha Theravada Indonesia didukung oleh Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI).

Menurut Ketua Umum/Sanghanayaka Sangha Theravada Indonesia Subapanno, Sabtu (8/7), ITC III kali ini terasa istimewa karena bisa membaca 10 Kitab Suci. Sebab, pada ITC II tahun 2016, hanya membaca 3 Kitab.

Bertambah istimewa, lanjutnya, karena Asadha Mahapuja dihadiri tidak kurang dari 10ribu umat Buddha. Tidak hanya dari Jawa Tengah dan Yogyakarta, tapi juga daerah lain dari pelosok Tanah Air. Selain itu, hadir juga anggota Sangha yang berasal dari Sangha Theravada Indonesia dan sejumlah bhikkhu mancanegara, serta peserta Pabajja Samanera dan Athasilani .

Menurut Subapanno, perayaan Asadha Maha Puja pada Sabtu, 8 Juli 2017, diawali dengan pembacaan Paritta di Candi Mendut dan Candi Pawon oleh Sangha, Pembacaan Kitab Suci Tipitaka yang selesai 11.00 WIB.

Acara lalu dilanjutkan dengan prosesi jalan kaki sambil melantumkan Paritta Suci dari Candi Mendut ke pelataran Barat Candi Borobudur melewati Candi Pawon yang membentuk barisan sekitar 4 KM. Selanjutnya, dilakukan puja bhakti dan pesan Asadha oleh YM. Sri Pannavaro Mahathera.

Turut hadir Sesditjen Bimas Buddha Caliadi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Pembimas Buddha DIY Saryono, Penyelenggara Buddha Kab/Kota Magelang Heru Wiyanto, Kepala Dinas Kab. Magelang, dan jajaran pejabat lainnya.

Wagub Jawa Tengah dalam sambutannya mengajak umat Buddha untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara, meski dalam keragaman suku, bangsa, ras, dan agama.

Sesditjen Bimas Buddha Caliadi menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Sangha Theravada Indonesia dan Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI) yang telah menyelenggarakan acara ITC III secara berturut-turut selama tiga hari dan Asadha Mahapuja 2561 BE/2017 secara rutin setiap tahun.

“ITC dengan mengulang kembali ajaran Buddha merupakan salah satu cara penyebaran serta pelestarian Buddha Dhamma, pembinaan diri serta pemantapan dalam praktek Dhamma dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Acara ini memiliki makna penting, lanjut Caliadi, karena menjadi bentuk implementasi dalam bingkai nilai Pancasila dan kesetiaan terhadap NKRI. Acara ini menjadi bentuk nyata usaha umat Buddha menciptakan kesejukan, toleransi, keharmonisan, pengertian dan penerimaan dengan mengutamkan niai-nilai kebangsaan dalam menjaga semangat Bhinekkha Tunggal Ika.

Caliadi mengajak umat Buddha untuk terus mengembangkan cinta kasih dan mendoakan kebaikan bagi bangsa dan negara.

Hari Suci Asadha Maha Puja“Keteladanan Buddha dan pelaksanaan Dhamma ajaran Buddha melalui latihan penyempunaan moralitas, kebijaksanaan dan konsentrasi benar merupakan pondasi mental untuk mewujudkan karakter manusia yang berkepribadian luhur dan berbudaya,” tuturnya.

“Marilah kita jadikan momentum ITC dan Asadha Mahapuja ke 2561 BE/2017 sebagai wahana merajut kerukunan, kebersamaan dan perdamaian keharmonisan,” sambungnya. (ka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here