net/logo pemprovsu

Laporan: Dhabit Barkah Siregar

MUDANews.com, Mdan (Sumut) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara (Sumut) menekan percepatan proses lelang proyek di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

Sebagaimana diketahui, saat ini Pemprovsu telah menerapkan sistem lelang elektronik yang berdampak pada menurunnya pertemuan tatap muka. Sebagaimana hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt), Kepala Bappeda Sumut, Irman saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at  (3/2) pagi.

Lebih jauh, Irman mengatakan, pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Sumut tahun 2017 menjadi peraturan daerah (perda) nantinya, diharapkan agar seluruh SKPD terkait segera menyiapkan dokumen lelang proyek untuk disampaikan ke publik melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Sehingga, progres pengerjaan pembangunan bisa dilaksanakan secepatnya.

“Jika Perda APBD Sumut 2017 sudah disahkan, maka pada Maret ini semua (proyek) sudah bisa ditenderkan. Hanya saja, untuk administrasi tendernya, akan dikelola oleh masing-masing SKPD. Jadi tidak ada lagi halangan untuk SKPD sehingga pelaksanaannya bisa dipercepat,” ujar Irman.

Irman pun mengatakan, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Ir H Tengku Erry Nuradi MSi juga telah menekankan kepada masing-masing SKPD agar proses lelang hingga pengerjaan proyek pembangunan bisa disegerakan. Mengingat selama ini, seringkali pelaksanaannya dilakukan di penghujung tahun atau pada triwulan ke tiga.

Lalu, jelas Irman, sudah ada surat edaran kepada seluruh SKPD agar tidak lagi menunda proses persiapan administrasi lelang, untuk mempertegas percepatan pembangunan tersebut.

“Apalagi dengan sistem elektronik saat ini, tahapannya dinilai akan semakin mudah,” sebutnya.

Kemudian, disinggung soal rencana peningkatan fasilitas gedung perkantoran milik Pemprovsu, Irman pun mengungkapkan, bahwa Kantor Bappeda dan Bina Graha Sumut juga rencananya akan dijadikan satu gedung dengan konstruk enam lantai. Gedung itu, nantinya bisa digunakan sebagai perkantoran oleh beberapa SKPD, termasuk untuk ruang pertemuan.

“Letak gedung inikan lokasinya cukup strategis. Jadi dengan dibangun nanti gedung baru, gedung ini tentu akan lebih besar dan bisa menampung beberapa SKPD,” paparnya.[jo]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here